Yohanes 7:1-13 Yesus pergi Ke Yerusalem untuk Hari Raya Pondok Daun

Catatan Injil Yohanes 7:1-13 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjudul “Yesus pergi ke Yerusalem untuk hari raya Pondok Daun”

Ayat 1.  Di Yudea dalam Yoh 5:18, sejumlah orang berusaha membunuh. Yesus berjalan berkeliling di Galilea bukan menghindari Yudea sebab Dia hanya ke sana sesuai dengan rencana Bapa. Injil Sinoptik lebih menekankan pelayanan Yesus di Galilea sekitar setahun di sana.

Ayat 2. Setelah melakukan pelayanan maka di Galilea maka waktu untuk merayakan ke Pondok Daun hampir tiba. Yesus harus rayakan di Yerusalem.

Ayat 3-5. Yesus tidak melakukan tanda dihadapan umum agar diakui masyarakat sebagai Mesias. Saudara-saudara menuntut Yesus melakukan tanda tetapi tanda tidak menghasilkan iman sehingga tetap saja saudara-Nya sampai saat itu tidak percaya. Saudara-saudara-Nya ingin Yesus lakukan tanda yang ajaib dilakukan di Yerusalem.

Ayat 6. Yesus mengulangi jawaban yang sama kepada ibu-Nya di Yoh 2:4. Perbedaan timbul dengan jawaban kepada ibu sebab jawaban lebih tajam karena diikuti perkataan “tetapi bagi kamu waktunya selalu tepat.”

Ayat 7-9. Sabagai anggota dunia, dunia tidak dapat membenci mereka. Bagi yang tidak peka terhadap kehendak Tuhan dan mengatur waktu berdasarkan penilaian sendiri maka segala waktu menurut keinginan sendiri tepat dan benar. Yesus dibenci dunia karena segala sesuatu berjalan menurut waktu Tuhan. Yesus tidak menerima tantangan pergi ke Yerusalem saat itu secara ramai-ramai karena bukan waktu yang tepat menurut Bapa.

Ayat 10-12.  Yesus memutuskan tidak berangkat ramai-ramai karena dapat menimbulkan kekacauan dalam perjalan antara sejumlah pendapat dalam masyarakat dalam ayat 12. Yesus berangkat diam-diam sehingga perayaan Pondok Daun lebih dihayati oleh yang merayakan di Yerusalem. Pemimpin agama Yahudi memiliki pandangan yang sama dengan saudara-saudara Yesus. Bila ingin diakui harus di muka umum adalah suatu prinsip komunikasi massa.

Ayat 13. Sikap pemimpin agama Yahudi jelas melawan tindakan dan perkataan Yesus dengan alasan seperti penyembuhan hari Sabat tidak sesuai dengan tradisi budaya Yahudi yang didasari tafsiran hari Sabat dan juga perkataan sebagaimana Bapa bekerja begitu juga Anak yang dianggap menyamakan diri dengan Allah. Mereka yang mendukung tindakan Yesus tidak berani berkata-kata secara terang-terangan karena takut dengan pemimpin agama Yahudi.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: