Yohanes 6:25-59 Roti Hidup

Catatan Injil Yohanes 6:25-59 oleh Lembaga Alkitab Indonesia bertemakan “Roti hidup”

Ayat 25. Mereka yang mencari Yesus kebinggungan namun kemudian dapat menemui. Kebinggungan mencari sehingga bertanya bepada-Nya. Bagaimanakah Yesus dapat sampai ke situ tanpa mengunakan perahu-Nya? Apakah Ia lakukan keajaiban kembali?

Ayat 26. Yesus menegur mereka mencari Yesus untuk hal-hal jasmani. Mereka tidak terbuka untuk menerima hal berhubungan rohani. Yesus adalah Allah tidak ditangkap dalam pemikiran mereka. Mencari Yesus adalah baik, tetapi jika motivasi tidak benar, mencari Yesus kurang baik. Yesus mengharapkan iman kepada Yesus tanpa melihat apa-apa, termasuk mukjizat. Sikap mencari Yesus karena suka merasakan mukjizat ditegur.

Ayat 27. Pemikiran mereka terpusat kepada makanan yang akan dapat binasa, dan kemenangan jasmani atas Roma. Yesus menharapkan mereka berpikir tentang keperluan mendapatkan hidup yang kekal. Mereka melihat tanda karena belas kasih semata. Carilah Dia, bukan Mukjizat-Nya, carilah Sang Pemberi dan bukan pemberian-Nya.

Ayat 28. Mereka menanyakan pekerjaan apakah yang harus dikerjakan dalam bentuk kata jamak seolah-olah bersedia melakukan sejumlah pekerjaan yang dikehendaki Allah.

Ayat 29. Yesus mengalihkan pekerjaan manusia ke pekerjaan Allah, yaitu mengutus Juru Selamat. Percaya kepada Dia yang diutus Allah adalah pekerjaan yang dikehendaki Allah.

Ayat 30-31. Tanda yang mereka alami pada waktu makan roti dan ikan tidak memuaskan. Mereka hanya memikirkan kebutuhan perut. Jika hati terbuka akan mengerti bahwa Yesus telah melakukan dan memberi tanda yang diminta. Bukan bukti yang diperlukan tetapi kerelaan hati. Bila berpikir: “jika Dia memberi satu mukjizat lagi, hanya satu lagi, aku pasti percaya” adalah tindakan yang menbohongi diri sendiri. Paulus alami kejadian yang sama, hal dicatat dalam 1 Kor 1:22. Apakah tidak puas dengan makanan yang kemarin dan meminta makanan lagi terus menerus? Iman tidaklah harus didahului dengan bukti yang terlihat.

Ayat 32. Jika membandingkan Musa yang dipercaya karena memberi manna sedangkan Yesus hanya memperbanyak roti maka tidak layak dipercayai melebihi percaya kepada Musa adalah sesuatu pendapat yang keliru. Yesus mengunakan kata “dulu memberikan” dan kemudian beralih kepada “sedang memberikan”. Yesus mengajar bahwa Bapa saat itu sedang memberikan apa yang mereka perlukan, yaitu diri-Nya, yang dikiaskan sebagai roti yang benar dari surga. Manna yang diberikan adalah lambang dari roti yang benar dari surga yaitu Tuhan Yesus sendiri.

Ayat 33. Yesus mengatakan bahwa “Dia sendiri adalah roti” dan roti itu bukan hanya Israel saja yang terima tetapi seluruh dunia.

Ayat 34. Mereka rela menerima makanan dari Dia senatiasa. Seandainya Dia mengadakan mukjizat bagi mereka teru menerus, mereka siap untuk percaya bahwa Dia adalah Mesias. Mereka akan membawa Dia secara paksa untuk menjadikan Yesus sebagai raja sama halnya dengan wanita Samaria yang meminta agar tidak perlu menimba air lagi (Yoh 4:15)

Ayat 35. Yesus tidak berbicara mengenai roti. Yesus berbicara mengenai diri-Nya sendiri. Gambaran metafora dari roti yang memberi hidup dengan pengertian bahwa barang siapa yang percaya kepada-Nya akan hidup. Kesalahan-paham sering terjadi saat Yesus melukiskan sesuatu yang rohani.

Ayat 36. Yesus menegur orang Galilea dengan teguran yang sama dengan orang Yerusalem (Yoh 5:36-38) yaitu tidak percaya.

Ayat 37.  Walaupun tidak percaya, Tuhan Yesus tidak gagal melakukan misi-Nya. Mereka yang dipilih oleh Allha akan datang kepada-Nya. Mengapa mereka datang? Mereka percaya kepada Yesus. Jika ada yang datang, mereka tidak akan dibuang. Mereka akan dijaga dan dilindungi.

Ayat 38. Tuhan Yesus menjaga mereka dengan sempurna karena Dia tunduk secara sempurna pada kehendak Allah Bapa.

Ayat 39. Mereka yang diberikan kepada Yesus tidak boleh hilang dan akan dibangkitkan pada akhir zaman.karena Yesus menjaga dengan sempurna.

Ayat 40. Kehendak Bapa adalah orang yang percaya mendapat kepastian menerima hidup yang kekal.

Ayat 41. Timbulnya kesadaran dari orang Yahudi perbedaan harapan dari makna roti surga. Harapan orang Yahudi untuk menikmati seperti yang dinikmati nenek moyang di padang gurun tidak akan dilakukan oleh Yesus.

Ayat 42. Mereka berpikir telah mengetahui identitas Yesus tetapi tidak mengetahui proses kelahiran Yesus dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kelahiran Yesus. Dalam kekecewaan akan penjelasan makna roti surga maka adanya gejolak benih kemarahan akibat bersungut-sungut (ayat 41) yang berulang-kali ( gunakan bentuk imperfect tense ).

Ayat 43. Yesus menegur mereka dan berkata, “Jangan bersungut-sungut”. Teguran bila diterima dengan sikap yang tidak benar dapat diartikan dengan tidak benar pula.

Ayat 44. Tidak dapat datang kepada Yesus kecuali Allah menarik mereka. Persungut mereka sia-sia. Yesus melihat perbuatan sungut-sungut mereka dan menyerahkan kepada Bapa.

Ayat 45. Cara Allah Bapa menarik orang tidak dengan paksaan tetapi melalui proses ajaran rohani yang efektif.

Ayat 46. Orang yang diajar Bapa tidak melihat Bapa sebab hanya Yesuslah yang melihat Bapa.

Ayat 47. Bila ingin memiliki hidup kekal, syarat satu-satunya adalah percaya.

Ayat 48. Kembali mengingatkan pendengar seperti di awal perkataan-Nya bahwa: “Ia roti hidup”. Yesus yang telah mengeri bahwa orang-orang banyak telah menolk kiasan “roti hidup” mengembangkan penjelasan di ayat 49-58.

Ayat 49-50.  Pebedaan antara manna dengan roti hidup yang turun dari surga adalah mereka yang makan manna binasa di padang gurun sedangkan yang menerima roti hidup, yaitu Yesus sendiri tidak akan mati. Orang itu akan hidp selama-lamanya. Yang lama memang ajaib tetapi gunanya terbatas dibandingkan dalam Tuhan Yesus.

Ayat 51. Ayat ini mengulang ayat 50 dengan tambahan istilah baru yaitu “daging-Ku”. Daging itu akan membawa hidup, bukan bagi Israel saja melainkan seluruh dunia. Pemakaian istilah daging bila melihat pasal 1:14 akan menungjuk Firman Allah yang menjadi daging. Sebagai daging/ manusia maka Ia dapat menjadi korban untuk hidup dunia, bukankah Ia disebut “Anak Domba Allah” Ungkapan daging-Ku yang akan kuberikan untuk hidup dunia dapat ditafsirkan pada pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib dan bukan dalam konteks perjamuan kudus.

Ayat 52. Pendengar bertengkar antara sesama dalam usaha mengerti makna daging yang diucapakan Yesus. Dalam perbedaan ada kesepakatan bahwa Yesus tidak berbicara kanibalisme.

Ayat 53. Yesus menambahkan istilah darah dalam perkataan “sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mmepunyai hidup di dalam dirimu. Orang Israel yang dilarang minum darah (Kej 9:4). Darah biasa merujuk pada suatu kehidupan yang berakhir karena kekerasan, kadang juga sebagai korban. Pernyataan ini merujuk iman dalam Kristus dan penebusan yang Dia sediakan di kayu salib. Penerima penebusan di kayu salaib sebagai penganti kesalahan kita adalah syarat memperoleh hidup.

Ayat 54. Apa yang diuatarakan dalam ayat 40 tanpa kiasan diungkapkan kembali dengan kiasan.

Ayat 55-56. Makan dan minum dari tubuh dan darah Yesus bukanlah kanibalisme melainkan suatu persekutuan oleh penebusan di kayu salib. Persekutuan digambarkan dalam istilah tinggal. Tiggal dalam Yesus adalah hubungan antara orang percaya dengan Tuhan Yesus.

Ayat 57.  Bila diartikan yang memakan Aku adalah orang yang percayamaka setiap orang yang percaya kepada Yesus akan hidup dengan bersandar kepada Dia, sama seperti Dia bersandar kepada Allah Bapa. Orang yang percaya tidak mempunyai hidup dari dalam diri-Nya. Yang memiliki hidup dari dalam diri-Nya sendiri hanyalah Yesus dan Bapa.

Ayat 58. Roti lama tidak mencegah maut sedangkan roti yang baru, yaitu Yesus membawa hidup yang kekal.

Ayat 59. Lokasi perkataan Yesus disampaikan di rumah ibadat di Kapernaum.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: