Yohanes 5:19-47

Catatan Injil Yohanes 5: 19-47 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjudul “ Kesaksian Yesus tentang diri-Nya”

Ayat 19. Yesus menjelaskan persekutuan antara Anak dan Bapa sehingga tidak mungkin Anak melakukan sesuatu yang lain daripada apa yang dikerjakan Bapa. Ada nilai kerendah hati karena Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri. Apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dilakukan Anak. Dia melakukan pekerjaan Allah.

Ayat 20. Yesus yang menyembuhkan orang sakit di Betesda akan melakukan pekerjaan yang lebih besar lagi yang menherankan. Mengapa melakukan yang lebih menherankan lagi? Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan segala sesuatu yang harus dikerjakan.

Ayat 21. Rabi rabi Israel menerima pernyataan bahwa Allah menbangkitkan orang orang mati dan menghidupkan. Rabi rabi tentu pernah baca Ulangan 32:39 tetapi pernyataan bahwa Yesus menghidupkan barang siapa yang dikehendaki-Nya memaksa untuk memilih: percaya Yesus atau berpegang teguh pada tradisi ajaran agama Yahudi yang dianut.

Ayat 22.  Mengapa Yesus dapat menghidupkan siapa yang dikehendaki-Nya? Sebab Bapa telah menyerahkan penghakiman seluruhnya kepada Allah. Jika penghakiman di tangan Yesus maka Yesus memiliki hak menentukan siapa yang diberikan hidup kekal dan siapa yang dihukum.

Ayat 23. Hubungan persekutuan Bapa dengan Anak begitu erat, sehingga jika Anak tidak dihormati maka Bapa tidak dihormati. Tidak ada sikap moderat yang dapat dipilih. Mungkinkah pendengar perkataan Yesus memiliki altenatif lain? Perkata Yesus bila diterima mengharuskan pendengar menyembah Dia, bila menolak mungkin dianggap mengujat atau karena perkataan dianggap tidak waras.

Ayat 24. Kesatuan Bapa dan Anak dinyatakan dalam penyelamatan manusia. Bagi setiap orang yang percaya, Firman Allah menjanjikan hidup yang kekal.

Ayat 25. Apakah yang dimaksud dengan istilah mati dan hidup? Apakah dalam kontek jasmani ataukah dalam kontek rohani? Apakah mati dan hidup menyangkut jasmani dan juga rohani? Bila dipakai secara jasmani apakah yang dimaksud mujizat kebangkitan jasmani? Bila diartikan secara rohani apakah sesuai dengan pendapat Paulus di dalam Efesus 2:1,5 ? Apakah kebangkitan yang dimaksud pada akhir zaman? Mendengar Tuhan Yesus apakah sama dengan “percaya kepada Allah Bapa? Suara Tuhan Yesus menghidupkan.

Ayat 26.Segala mukjizat, penyembuhan dan kebangkitan adalahwajar jika Yesus mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Hidup yang dimiliki Yesus adalah sama dengan hidup yang dimiliki Allah Bapa yaitu hidup ilahi, hidup kekal.

Ayat 27. Dalam konsep agama Yahudi bahwa hanya Allah yang memiliki hidup dari diri-Nya sendiri dan hanya Allah yang menghakimi. Kalimat yang diucapkan Yesus mengejutkan karena Yesusmemiliki hidup dari diri-Nya sendiri dan diberi kuasa untuk menhakimi.

Ayat 28. Kehidupan ilahi dalam diri-Nya menjadikan Yesus dapat lakukan penyembuhan, membangkitkan, dan pada akhirnya akan mengbangkitkan semua orang dari dalam kubur mereka.

Ayat 29. Apakah yang dimaksud perbuatan baik oleh Yesus? Perbuatan adalah suatu tindakan yang dilakukan. Perbuatan adalah suatu pekerjaan. Jika perbuatan baik adalah suatu tindakan yang dikehendaki Allah maka bukahkah yang dikehendaki Allah adalah percaya kepada Yesus? (Yoh 6:29) Bila perbuatan baik termasuk tindakan percaya kepada Yesus bukankah hal itu sejajar dengan ayat 24?

Ayat 30. Yesus yang akan menghakimi tidak berdasarkan menuruti kehendak sendiri dan Ia melakukan tindakan membagi kehidupan dengan semua orang termasuk yang diragukan beriman sekalipun alami mukjizat kesembuhan di kolam Betesda. Orang di Betesda disembuhkan hanya karena kasih karunia Allah semata. Tuhan Yesus tidak bertindak dari diri sendiri tetapi juga atas kehendak Dia yang mengutus-Nya.

Ayat 31. Yesus menerapkan peraturan kesaksian dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Lama tidak melarang orang bersaksi mengenai diri sendiri, tetapi budaya tradisi Yahudi melarang kesaksian pribadi. Yesus menyesuaikan dengan budaya agar mereka percaya kepada-Nya.

Ayat 32. Seorang yang bersaksi tentang Yesus menunjukkan oknum Pribadi Bapa.

Ayat 33. Kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai Yesus saat Yesus diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis dalam awal pelayanan Yesus.

Ayat 34. Kesaksian Yohanes diutarakan agar mereka percaya dan diselamatkan. Bagi Yesus kesaksian manusia tidaklah begitu penting. Kesaksian Yohanes Pembaptis, “yang diutus Allah” (Yoh 1:6), dapat dianggap sebagai bagian dari kesaksian Allah Bapa.

Ayat 35. Yohanes Pembaptis adalah pelita yang dinyalakan adalah bentuk pasif. Pelita yang dinyalakan, yaitu cahayanya dari sumber yang lain, bukan dari dirinya sendiri. Yohanes Pembaptis yang dinyalakan menjadi terang tetapi mereka hanya menikmati cahaya terang Yohanes tetapi tidak rela bertobat.

Ayat 36. Yesus mengutarakan kesaksian lain selain Yohanes Pembaptis. Pekerjaan yang diserahkan Bapa merupakan aspek kesaksian Bapa yang Dia punyai.

Ayat 37. Kesaksian manusia tidak berarti bagi Yesus, tetapi kesaksian Allah Bapa sangat berarti bagi-Nya.

Ayat 38. Iman mutlak diperlukan untuk mengalami kesaksian-kesaksian yang disediakan oleh Allah. Firman tidak menetap mengambarkan seperti benih yang jatuh di pinggir jalan dan dimakan burung.

Ayat 39. Kitab-kitab suci menberikan kesaksian tentang Yesus tetapi orang-orang Yahudi tidak dapat mengerti dengan benar tulisan yang mereka baca. Tafsir mereka acapkali berbeda dengan cara berpikir Yesus tentang isi Kitab Suci. Pemazmur dalam Mazmur 110:18 berseru agar disingkapkan oleh Tuhan dalam membaca Taurat. Pemazmur merasa tidak mampu memandang isi Taurat Tuhan bila tidak disingkapan oleh Tuhan. Apakah orang orang Yahudi merasa mampu mengungkapan isi Taurat Tuhan dengan penyelidikan pribadi atau kelompok yang dilakukannya?

Ayat 40. Sekalipun ada nubuatan di Perjanjian Lama tentang Yesus sang Mesias tetapi mereka tidak datang kepada Yesus. Tafsiran mereka tentang Mesias tidak 100 % sama dengan yang dilihatnya. Yesus banyak lakukan dan berbicara yang berbeda dengan tafsiran yang dianut dan lebih berpegang kepada tafsiran dan adat tradisi.

Ayat 41. Yesus tidak mencari hormat manusia. Karena tidak mencari hormat maka Yesus mampu lakukan yang tidak populer dari budaya dan tafsiran orang orang pemimpin agama Yahudi dan berakibat tidak menerima hormat dari manusia.

Ayat 42. Orang orang Yahudi hendak membunuh Yesus karena menyembuhkan pada hari Sabat. Tindakan yang mau membunuh karena tidak ada kasih akan Allah. Orang orang tidak ada yang mengasihi dengan tulus kepada orang yang sakit selama tiga puluh delapan tahun sehingga waktu sembuh maka dipersoalkan tafsiran bersangkut paut dengan hari Sabat.

Ayat 43. Banyak sekali Mesias-Mesias palsu yang muncul sebelum dan pada waktu bersamaan atau sesudah Yesus. Mesias palsu biasanya menjanjikan kemerdekaan dari Roma dan melakukan pemberontakan terhadap Roma. Mereka datang dengan mengunakan nama-Nya dan mengandalkan kemampuan-Nya. Yesus datang tidak memuliakan diri-Nya bahwa “Aku Mesias” dan bertindak semaunya.. Yesus datang sebagai Mesias sejati yang datang dalam nama Bapa dan memberitakan nama Bapa serta pekerjaan-pekerjaan Bapa yang dikerjakan-Nya.

Ayat 44.Mesias palsu pandai menjilat dan mereka suka hormat manusia. Pujian dan sanjungan dan popularitas dicari oleh mesias palsu guna mendapatkan dukungan kekuatan melaan Roma. Yesus datang tidak mencari popularitas tetapi melakukan apa yang dimaui oleh Bapa.

Ayat 45. Rabi rabi mengajar umat Israel akan berhasil masuk kerajaan Allah tetapi mengabaikan Ulangan 31:19-22,26. Hukum Taurat ditulis untuk menuntun orang kepada Yesus sebagai Juru Selamat. Jika menyelewengkan inti dari hukum Taurat, maka Musa sebagai penulis hukum Taurat, harus mendaakwa mereka.

Ayat 46.Musa telah menulis tentang Yesus misal Ulangan 18:15 yang seharusnya membawa untuk mendengar dan memperhatikan kehidupan Yesus secara jernih dan percayai.

Ayat 47. Mereka tidak siap percaya akan apa yang sebenarnya dimaksud dalam hukum Taurat. Mereka lebih tertarik mempertahankan tafsiran dan tradisi budaya. Ketidak siapan untuk percaya apa yang sebenarnya tertulis dalam kitab Taurat maka bagaimana mungkin dapat percaya.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: