Yohanes 4:1-42

Catatan Injil Yohanes 4:1-42 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjudul “Percakapan dengan perempuan Samaria”

Ayat 1-3. Diperkirakan ada orang Yahudi berusaha menimbulkan iri hati di antara Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus. Yohanaes Pembaptis memadamkan masalah tersebut (Yoh 3:27-30) dan Tuhan Yesus menghindari permasalahan yang sama. Melalui baptisan yang dilakukan oleh murid-murid-Nya maka Yesus membenarkan baptisan Yohanes dan karena Yesus tidak membaptis tetapi murid-murid-Nya melakukan baptisan seperti Yohanes maka posisi-Nya dianggap lebih mulia dari Yohanes Pembaptis. Yesus meninggalkan wilayah Yudea. Mengapa? Apakah tidak mau menimbulkan masalah bagi Yohanes Pembaptis? Apakah karena keberadaan-Nya tidak disukai?

Ayat 4.Yesus harus melintasi daerah Samaria? Mengapa harus melintasi daerah Samaria? Bukankan melintasi Samaria tersedia jalan yang dapat dilalui? Apakah ada saran untuk menghindari lintasan tersebut dan Yesus tetap berpendapat untuk melintasi Samaria? Bukankah waktu dari Galilea ke Yudea tidak melewati Samaria dan sekarang mau melewati daerah Samaria? Tuhan Yesus yang hidup dipimpin oleh Roh Allah melakukan tindakan yang sesuai dengan tuntunan Roh Allah. Tuhan Yesus tidak dapat menghindari orang Samaria karena mereka tidak “tahir”. Ia harus datang untuk menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus tidak memiliki sikap rasisme terhadap orang Samaria sekalipun Yesus lahir, besar dan tinggal di lingkungan Yahudi.

Ayat 5. Yesus sampai di Sikhar dan dekat sumur Yakub. Peristiwa penting yang pernah terjadi di sana dicatat dalam Kejadian 33:18-19; 48:21-22; Yos 24:32.

Ayat 6. Firman Allah yang menjadi manusia jadi letih akibat perjalanan. Yesus adalah manusia yang mengalami kelemahan yang kita alami.

Ayat 7. Yesus haus dan Dia tidak berpura-pura haus supaya dapat berbicara dengan perempuan Samaria. Mengapa ada orang yang menimba air pukul dua belas siang? Kehidupan Yesus yang diatur oleh kehendak Bapa berjumpa dengan orang yang menimba air di sumur Yakub. Tuhan Yesus berbicara kepada perempuan Samaria. Berbicara dengan perempuan adalah sesuatu yang dihindari atau tidak lazim dikalangan rabi Israel (Yoh 4:27)

Ayat 8. Yesus dan murid-murid-Nya tidak mentaati aturan orang Farisi dengan tidak mau makan yang disentuh oleh orang Samaria. Murid-murid-Nya membeli makanan di Samaria. Makanan yang dibeli di Samaria pasti sudah tersentuh tangan orang Samaria.

Ayat 9.  Apakah sikap perempuan Samaria sebenarnya? Apakah mengejek karena kehausan sehingga tidak menhiraukan larangan sosial yang dibuat orang Yahudi? Apakah wanita itu keheranan dan ingin tahu orang Galilea macam apa yang berbicara kepadanya?

Ayat 10. Yesus mengalihkan pembicaraan dan tidak membahas masalah diri-Nya sedang kehausan dan atau adat orang Yahudi. Pembicaraan diarahkan pada hal keselamatan kekal dan identitas diri-Nya yang meminta air. Yesus yang sedang kehausan menyatakan Ia dapat memberi air hidup. Air hidup sesuatu kiasan yang sering dipakai oleh orang Samaria sehingga ketika Yesus mengungkapan bahwa Roh Kudus seperti air hidup. Air hidup pada saat itu diartikan sebagai air yang mengalir yang memungkinkan kehidupan. ( Air Hidup dalam riset Prof Kimio Wako Jepang dapat dibuktikan secara ilmiah kaitan antara air hidup dengan percepatan pertumbuhan makhluk hidup dan peningkatan mutu metabolisme dalam tubuh namun pengertian air hidup agak berbeda meskipun memiliki persamaan yakni baik untuk kehidupan. Air Hidup dalam dunia iptek moderen ada dalam layanan presentasi air hexagonal. Semoga bulan November dapat muncul kembali dengan beberapa artikel tambahan seperti “Faktor Trace Mineral Dalam Air Minum Bermineral Yang Berkualias” ) Kiasan air hidup ditujukan agar orang Samaria mengenal Yesus sebagai sumber “Yang Hidup”.

Ayat 11.  Perempuan Samaria memperhatikan bahwa Yesus tidak memiliki timba untuk menimba air. Bagaimana caranya menimba air sumur Yakub yang dikatagorikan bermutu sehingga dikelompokkan sebagai berair hidup? Perempuan menanyakan timba kepada Yesus dengan sopan dengan menyapa sebagai tuan.

Ayat 12. Jawaban air hidup yang mungkin diartikan kualitas air sumur warisan Yakub membawa pertanyaan yang memperbandingkan Yesus dengan Yakub. Perempuan Samaria menunjukkan bukti secara empiris kualitas air sumur Yakub sebagai air hidup karena melalui minum air di sumur Yakublah maka ternak-ternak dapat hidup dan berkembang-biak dan Yakub   memiliki banyak ternak. Bukan hanya ternak tetapi anak-anak Yakub menjadi tumbuh dan besar akibat minum air sumur Yakub. Air sumur Yakub masih berfungsi sampai saat itu. Yakub dan sumurnya adalah kebanggaan Samaria. Apakah wajar bila berbangga memiliki sumur yang airnya air hidup? Bukankah banyak orang yang telah mengenal Allah memiliki kebanggaan dimana kebanggaannya bukan Allah tetapi seperti orang Samaria ini, yaitu sumur Yakub?

Ayat 13-14. Tradisi yang dihargai oleh perempuan Samaria tidak dapat dibandingkan dengan yang disediakan oleh Tuhan Yesus. Apakah yang disediakan Yesus? Apakah berupa mata air keselamatan ? (Yes 44:3) Apakah air itu adalah Roh Tuhan? ( Yes 49:10) Apakah yang diberikan Yesus adalah pengenapan dari nubuatan Yes 55:1?

Ayat 15. Perempuan Samaria tertarik kepada ucapan Yesus yaitu minum air yang diberikan maka tidak haus lagi. Apakah wanita itu berpikir tidak perlu datang ke sumur lagi untuk keperluan minum? Kesalahan berkomunikasi antara Yesus dan wanita Samaria terjadi. Orang Samaria percaya mungkin saja ada air ajaib yang diminum sekali dan tidak akan haus lagi? Yesus tidak bermaksud sekali minum maka tidak perlu minum seterusnya selama hidup. Air yang ditawarkan Yesus adalah air yang ada di dalam diri seseorang yang memancar sampai hidup yang kekal. Air yang ditawarkan adalah air untuk beroleh hidup kekal, bukan air hidup untuk menghilangkan haus / dahaga akibat tubuh kekurangan air dan syaraf memerintahkan organ tubuh lain untuk melakukan minum air.

Ayat 16. Yesus mengatasi kebuntuan komunikasi dengan menyuruh wanita tersebut memanggil suaminya dan datang ke sumur Yakub. Yesus yang berbicara air hidup dalam arti rohani ditanggapi secara lahiriah oleh perempuan Samaria itu maka Ia meminta suaminya untuk datang kepada Yesus.

Ayat 17. Wanita itu mengaku tidak memiliki suami. Ia tidak mau kembali ke rumah dan jawaban benar. Yesus menanggapi jawabannya dengan teguran yang lemah lembut dan mengagetkan.

Ayat 18. Tuhan Yesus mengetahui keadaan wanita yang sedang bercakap-cakap dengan Dia. Di dalam Dia ada hikmat yang melampaui sesuatu.  Yesus menyatakan bahwa yang ada dengannya saat ini bukan suamimu. Yesus menekankan kata “lima” dalam kalimat “lima suami telah kau punyai”

Ayat 19. Akibat teguran yang tepat dan perbicaraan perempuan Samaria beralih kepada masalah agama. Wanita itu menyadari masalah rohani yang diperbincangkan Yesus melalui tanda yang dilakukan Yesus yaitu menyatakan kehidupan keluarga wanita tersebut. Akibat mengetahui rahasia kehidupan maka Yesus diduga sebagai seorang nabi.

Ayat 20. Wanita Samaria itu mengalihan pembicaraan kepada bidang keagamaan dan mempertentangkan perbedaan Yahudi dengan Samaria. Samaria menyembah di gunung Gerizim ( Ulangan 27:4-5) bukan Yerusalem (2 Taw 6:6). Tempat ibadah dianggap perbedaan pokok.

Ayat 21. Yesus tidak  terlibat dalam konflik keagamaan Yahudi dan Samaria. Yesus menyatakan tempat ibadah di Yerusalem dan gunung Gerizim akan usang. Yesus sekalipun di Samaria tetap menyebut Allah sebagai Bapa.

Ayat 22-23. Bangsa Samaria menerima lima kitab Musa tetapi menolak kitab Yosua sampai Maleakhi sehingga Yesus menyatakan bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Sekalipun agama Yahudi lebih baik tetapi Yesus mengatakan bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah dalam roh dan kebenaran. Kerinduan Bapa adalah sikap hati yang menyembah (bandingkan Yer 31:31-34)

Ayat 24. Mengapa harus disembah dalam roh dan kebenaran? Karena Bapa merindukan hal demikian dan karena Allah itu Roh, bukan daging.

Ayat 25. Orang Samaria itu menyadari ajaran Yesus berbeda dengan ajaran lainnya. Ia mengetahui bahwa Mesias akan datang dan memberitahukan segala sesuatu. Penjelasan Yesus berbeda dengan penjelasan yang telah lama didengarnya.  Mesias atau yang disebut “Taheb” menurut ajaran Samaria bukan raja, bukan Juru Selamat tetapi nabi yang utama (Ul 18:15-19) Mungkinkah ia berpikir bahwa hikmat Taheb / Mesias akan melebihi hikmat orang Yahudi ini yang sedang berbicara kepadanya?

Ayat 26. Yesus menjawab “Akulah Dia”. Yesus membuat pengakuan sebagai Mesias kepada orang Samaria. Mesias dalam ajaran Samaria adalah nabi utama. Yesus bersedia diberi predikat sebagai Mesias menurutajaran Samaria sebagai nabi utama. Yesus telah melakukan mujizat dalam pelayanan-Nya seperti Musa. Ia telah membuat air menjadi anggur yang keajaibannya tidak kalah dari Musa yang mengubah air menjadi darah. Ia menolong murid-murid menangkap ikan. Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus.Yesus lakukan banyak mujizat seperti Musa lakukan Mujizat.

Ayat 27. Murid-murid-Nya heran dan binggung. Tak berani menanyakan suatu kepada perempuan maupun kepada Yesus. Perbuatan Yesus yang bercakap sakap dengan seorang wanita Samaria membuat terkejut murid-murid tetapi tidak diungkapkan kepada Yesus.

Ayat 28.Wanita meninggalkan air jasmani dan menerima air hidup kekal. Ia meninggalkan Yesus karena melakukan perintah Yesus untuk memanggil suaminya.

Ayat 29-30 Reputasi sebagai orang berdosa tidak menghalangi untuk memberitakan Yesus di Sikhar bahwa ada nabi yang mengetahui segala sesuatu yang telah aku perbuat. Perempuan Samaria membawa bukan Cuma suaminya saja tetapi orang banyak dari desa Sikhar.

Ayat 31. Sementara perempuan kembali ke desa maka murid-murid yang telah membeli makan mengajak Yesus makan. Ia pulang membawa makanan karena sudah saatnya untuk makan. Mungkin juga murid-murid tidak mau mendahului Yesus makan dan berkehendak untuk makan bersama-sama.

Ayat 32. Yesus menunda acara makan demi orang-orang desa Sikhar dan sekaligus melatih murid-murid. Yesus menolak makanan untuk melakukan kehendak Allah. Apakah ini tanda kemenangan di padang gurun saat dicobai roti? Penduduk desa Sikhar adalah makanan yang tidak dikenal murid-murid.

Ayat 33. Murid-murid menduga bahwa Yesus sudah mendapat makan. Bukankah tadi bersama-sama perempuan Samaria? Mungkinkah perempuan tadi menberi makanan? Adakah orang lain yang mendatangi sumur selain perempuan itu dan memberi makan karena sudah jam makan?

Ayat 34. Melakukan kehendak Allah adalah makanan yang telah dinikmati. Berjumpa dan bercakap-cakap dengan perempuan Samaria adalah kehendak Dia yang mengutus-Nya dan Yesus mau menyelesaikan-Nya. Bukan saja yang berhubungan dengan perempuan Samaria tetapi juga dengan segala rencana yang telah ditetapkan Allah untuk dikerjakan oleh Yesus. Yesus mendorong perempuan untuk meminta air hidup yang memancar sampai kekekalan dari Dia.

Ayat 35. Yesus melihat bahwa penduduk desa Sikhar sudah siap dipanen. Yesus melihat tuaian jiwa-jiwa sedang murid-murid melihat tuaian ladang yang ditaksir dapat dipanen empat bulan lagi. Seperti Yesus menunda minum karena haus murid-murid menunda makan karena “ladang sudah menguning” Dalam panen rohani tidak dapat menunggu empat bulan lagi seperti ladang gandum sebab tidak dapat dipaksa bertumbuh cepat, santailah dahulu.

Ayat 36. Penuai bekerja jangan memikirkan makanan jasmani! Dia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, bukan nafsu makanan yang sementara. Penabur yang telah berbicara dengan penduduk Sikhar dan penuai yaitu yang rela menunda makan dapat bersama-sama bersukacita.

Ayat 37. Dia yang menabur harus menabur dengan harapan besok ada yang menuai, dan dia yang menuai harus menuai dengan rasa bersyukur karena ada yang menabur.

Ayat 38. Hasil usaha yang dipetik dapat dipetik karena pelayanan orang-orang lain yang mendahului mereka. Perempuan telah menabur benih, dia telah berusaha dan murid-murid menjadi penuai yang dipanggil menuai. Mereka berkesempatan untuk memetik hasil usaha perempuan itu.

Ayat 39-42. Banyak orang yang dipanen karena perempuan Samaria. Kesaksian perempuan Samaria tidak sempurna namun kesaksian tidak dicela karena timbul dari hati yang benar. Perempuantidak disuruh menahan kesaksian sampai dia didewasakan dalam Kristus, sebelum dewasa dalam Kristus, Kristus menerima hasil usaha perempuan itu. Hasil mengejutkan bahwa ada seorang rabi dari Galilea diimbau tingga di kota kecil di Samaria dan Yesus melakukan apa yang merupakan kehendak Bapa di sna sehingga lebih banyak orang yang percaya. Sekalipun peran perempuan Samaria kemudian tenggelam karena Yesus dan murid-murid ada di sana dan berkata “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan (perempuan Samaria)” tetapi peran perempuan itu mendobrak pintu kota kecil itu. Pengertian bahwa Yesus seorang nabi telah berkembang menjadi Yesus adalah Juru Selamat dunia.

Catatan tambahan : Dugaan lain mengapa wanita datang di siang hari adalah dugaan bahwa wanita ini mandul sehingga alami hinaan dan ejekan sedemikian rupa dan suaminya pun kecewa karena tidak dapat memberikan keturunan sehingga berulang kali ganti suami.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: