Yohanes 3:1-21

Catatan Injil Yohanes 3:1-21 oleh Lembaga Alkitab Indonesia bertema “Percakapan dengan Nikodemus”

Ayat 1.  Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi dan di ayat 10 dijuluki pengajar Israel mengambarkan sosok kualitas pribadi yang terkenal di kalangan pimpinan agama Yahudi.

Ayat 2. Nikodemus menganggap Yesus adalah seorang guru yang diutus Allah. Ungkapan “jika Allah tidak menyertai” bukan merupakan pengakuan iman yang memadai.

Ayat 3-4. Nikodemus yang menjabat pimpinan agama Yahudi diberitahukan harus diperanakan kembali. Segala jabatan, pendidikan agama, amal dan ketaatan tidak cukup untuk dapat melihat kerajaan Allah. Nikodemus terikat dengan latar belakang, pendidikan, pengalaman dalam agama Yahudi kebinggungan dengan pernyataan harus dilahirkan kembali.

Ayat 5-6. Yesus menerangkan makna dilahirkan dari atas. Diperanakan dari air dan Roh adalah syarat masuk ke dalam kerajaan Allah. Apakah dari air itu? Apakah harus dibaptis  untuk masuk ke dalam kerajaan Allah? Apakah air berarti pembaharuan rohani sebab kata air tidak dapat dipisahkan dengan kata “Roh” ataukah air dapat dipisahkan dengan roh? (air+roh atau air roh) seperti yang tersirat dalam Yehezkiel 36:25-27? Apakah air adalah melambangkan hal jasmani dan Roh adalah hal rohani? Apakah diperanakan berarti hadirnya suatu benih dalam kehidupan seperti dalam 1 Yoh 3:9? Ataukah air dimengerti oleh rabi rabi Israel merujuk pada air mani sebagai kebiasaan budaya Yahudi? Dalam ayat ke-6  dinyatakan “Apa yang diperanakan dari Roh adalah roh” maka proses diperanakan dari air dan Roh adalah pekerjaan Roh Allah yang bekerja dalam kehidupan yang menerima Roh Allah. Siapakah Roh Allah? Bukankah yang bersaksi mengenai Yesus dan bila menerima kesaksian-Nya maka langkah menerima Roh Allah dan memungkin Roh Allah itu bekerja untuk memperanakan kembali? Bukankah apapun pengertian air dan Roh tidak dapat dilepaskan dengan karya Roh Allah? Bukankah apa yang diperanakan daging adalah daging dan dari Roh adalah roh? Bukankah itu dapat diartikan bahwa tidak ada evolusi dari daging ke Roh?

Ayat 7. Janganlah engkau heran adalah ungkapan yang sering dipakai oleh rabi rabi Israel. Kata kamu menunjuk kepada Nikodemus pemimpin agama Yahudi karena gunakan bentuk tunggal hingga Nikodemus harus diperanakan kembali untuk masuk kerajaan Allah.

Ayat 8. Yesus tidak menyangkal bahwa diperanakkan dari Roh adalah sesuatu yang sulit dipahami dan mengandung rahasia ilahi. Kesulitan memahami tidak membebaskan Nikodemus dari teguran, karena tidak menerima penjelasan Yesus. Nikodemus yang mempelajari kitab-kitab agama kemungkinan dibawa kepada isi Pengkhotbah 11:5 sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin…… engkau juga tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. Yesus mengunakan kata angin kata πνευμα dapat berarti “angin” dan juga “Roh” dan kata φονε karena dapat berarti “bunyi” dan juga “suara” atau ingatkan Pengkhotbah 11:5 ?

Ayat 9.  Percakap Nikodemus yang dimulai dengan kalimat “Rabi, kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah…” diakhiri dengan “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi ?”

Ayat 10. Nikodemus seorang guru Israel yang diharapkan sebagai “buah matang siap dipetik” tidak mengerti penjelasan Yesus.

Ayat 11. Nikodemus terbuka untuk diajar oleh seorang “guru yang diutus Allah”. Nikodemus gagal, bukan karena dia tidak mengerti (“Bagaimana mungkin hal itu terjadi?), tetapi karena dia tidak rela menerima kesaksian Tuhan Yesus. Dia gagal, dan ditegur, karena dia tidak rela untuk percaya.

Catatan: kata kamu dalam pasal 11 dalam bentuk jamak… kemungkinan besar menunjukkan bahwa Nikodemus sebagai wakil Yahudi dan bukan Nikodemus sebagai pribadi. (7:50;19:39)

Ayat 12-13. Yesus baru berbicara hal-hal duniawi bahwa manusia harus diperanakan kembali belum menjelaskan hal hal Surgawi. Yesus adalah satu-satunya yang dari Surga yang ada di dunia. Tidak ada yang pernah naik ke surga selain dari Dia yang turun dari surga. Yesus menegaskan bahwa cerita tentang Musa, Daniel, Henokh dsb yang beredar di Israel saat itu bahwa pernah ke surga dan kembali ke bumi adalah tidak benar.

Ayat 14-15. Yesus yang turun ke dunia akan ditinggikan seperti Musa meninggikan ular di padang gurun. Ular sebagai lambang dosa Israel ditinggikan sebagai langkah pengakuan dosa untuk beroleh pengampunan maka Yesus ditinggikan dengan disalibkan menjadi korban penebus dosa. Melalui ditinggikan disalib Ia mengangkat/ memikul dosa. Ditinggikan selain disalibkan juga alami kematian, kebangkitan dan kenaikan. Yesus ditinggikan agar setiap orang yang percaya memperoleh hidup yang kekal.

Ayat 16-21 adalah uraian penjelasan karya keselamatan Allah melalui Yesus kepada Nikodemus sekalipun ada yang berpendapat merupakan renungan dan penjelasan penulis Injil Yohanes dan percakapan dengan Nikodemus berakhir di ayat 15. Ayat 16-21 adalah bagian dari kebenaran Firman Allah.

Ayat  16. Sebab kasih Allah maka memberi Anak-Nya dengan syarat iman berakibat kehidupan kekal lepas dari kematian kekal. Tidak ada yang bertentangan antara kasih Allah dan penghukuman akibat dosa. Karena keadilan setiap dosa harus dihukum dan karena kasih Yesus menanggung hukuman yang harus ditimpakan kepada yang berdosa. Kuasa salib hanya berlaku bagi mereka yang percaya kepada Yesus yang mati dan bangkit.

Ayat 17. Yesus tidak datang untuk menghukum dunia yang jahat. Orang Yahudi saat itu alami penindasan dari Roma. Yesus sebagai Mesias diharapkan untuk membebaskan Bangsa Israel dan menghakimi Roma. Keinginan mencapai kemenangan secara politik atas Roma tidak mendapat perhatian. Yesus datang untuk menyelamatkan dunia dari hukuman Allah termasuk di dalamnya orang Roma dan orang Yahudi.

Ayat 18. Tindakan penyelamatan Yesus hanyalah efektif bila percaya kepada-Nya. Sikap yang tidak percaya tidak mengubah keadaan sesorang sehingga tetap di bawah penghukuman Allah akibat perbuatan dosa bahkan menolak kasih Allah melalui Yesus.

Ayat 19. Melakukan kejahatan disebabkan lebih menyukai kegelapan. Melakukan kejahatan bukanlah takdir tetapi pilihan dalam hidup. Yesus telah menerangi dunia. Dia sumber terang. Bila melangkah kepada Yesus maka akan mengalami terang.

Ayat 20-21. Orang jahat cenderung menjauhi terang supaya perbuatan tidak tampak. Bila menutupi kesalahan tidak dapat melangkah masuk dalam pertobatan. Orang yang melakukan kebenaran akan mendekat kepada terang. Sikap hati ingin benar dan menyadari kesalahan akan melangkah kepada terang. Bila datang kepada Allah maka Dia telah mempersiapkan untuk melakukan pekerjaan baik (Ef 2:8-10). Jika setiap saat datang kepada terang alami perubahan dan membuat semangkin dekat dengan terang agar perbuatan-perbuatan dilakukan oleh kuasa dan kehendak Allah dan bermegah dalam Allah.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: