Yohanes 19:31-37 Lambung Yesus Ditikam

Catatan Injil Yohanes 19:31-37 oleh Lembaga Alkitab Indonesia bejudul “Lambung Yesus ditikam”

Ayat 31. Ulangan 21:22-23 mengatur mayat orang yang dihukum gantung, dan hukum salib adalah salah satu model dari hukuman yang mayatnya tergantung. Para imam besar tidak mau ketiga mayat menajiskan tanah Israel terutama esok hari adalah hari sabat. Kebiasaan Roma membiarkan yang disalib mati karena tidak dapat bernafas lagi dan memakan waktu beberapa hari dan mayatnya dibiarkan sampai dimakan burung pemakan bangkai dan untuk mempercepat dengan mematahkan tulang kakinya dengan palu besi.

Ayat 32-34. Pilatus tidak keberatan dengan permintaan imam besar sehingga kedua yang disalibkan bersama Yesus dipatahkan kakinya sedang Yesus dilihat telah mati sehingga untuk memastikan maka menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir darah dan air yang menandakan sudah meninggal. Mengapa Yesus sudah meninggal hanya dalam waktu 6 jam dan tidak berhari-hari? Dalam kitab Injil Sipnotik (Mat 27:32; Mrk 15:21; Luk 23:26) diceritakan Yesus tidak sanggup memikul salibnya sendiri bahkan ada yang sudah mati sebelum disalibkan jika menerima cambukan verberatio sehingga wajar jika hanya 6 jam setelah disalib sudah meninggal. Mengapa Yesus paling cepat meninggal? Apakah cambukan verberatio dilakukan prajurit Roma hanya pada Yesus saja? Apakah konsentrasi fokus mencambuk verberatio lebih terfokus kepada Yesus akibat tekanan pemimpin agama Yahudi terhadap prajurit ataukah karena dakwaan sebagai “raja Yahudi” yang suatu saat akan memberontak kepada kaisar? Apakah hukuman verberatio yang disaksikan orang banyak menjadi tontonan yang menyenangkan banyak orang bila itu berkenaan dengan tubuh Yesus dibandingkan dengan dua orang yang disalib lainnya dengan Yesus? Bila menjadi tontonan yang menyenangkan sekelompok orang, adakah prajurit Roma mendapat pujian sehingga semangat melakukan terhadap Yesus? Apakah Yesus tidak mengeluarkan kata kata sebagaimana lazimnya ketika dihukum verberatio ( 1Ptr 2:23,24) sehingga membuat penasaran prajurit untuk melakukan lebih hebat lagi? Apakah perkataan Yesus dalam perjamuan terakhir mengatakan “Inilah tubuh-Ku yang terpecah pecah dan darah yang tertumpah”(Mat 26:26-28) berarti mengalami hukuman verberatio yang hebat?

Dalam ayat 35 menyatakan bahwa Yesus benar benar mati adalah suatu fakta yang benar dan dapat dipercaya, sehingga pertanyaan apakah Yesus benar disalib atau benarkah cuma dalam enam jam sudah meninggal menjadi sesuatu yang diragukan kebenarannya.

Ayat 36-37. Dalam proses penyaliban Yesus mengenapi nubuatan perjanjian lama seperti: Mzm 34:21; Kel 12:46; Za 12:10.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: