Yohanes 19:16b-27 Yesus Disalibkan

Catatan Yohanes 19:16b-27 oleh Lembaga Alkitab Indonesia bertema “Yesus disalibkan”

Ayat 16b-17. Para tentara yang ditugaskan menyalibkan Yesus mengambil Dia dan mengantar Dia ke tempat penyaliban. Pada saat ini barangkali pasukan Roma mencabuk dengan verberatio seperti yang dikisahkan Mat 27:26 & Mrk 15:15. Yesus memikul salib ke Golgota.  Hari raya Paskah yang harusnya ditandai bagaimana Allah melindungi dan menyelamatkan orang Yahudi dari penindasan asing tetapi paskah itu diwarnai tindakan mengambil Yesus menyerahkan kepada penindas asing bangsa Roma untuk dibunuh.

Ayat 18. Dalam ayat ini kisah tersebut mengenapi nubuatan Yes 53:12 dimana Yesus disalibkan ditengah-tengah penyamun. (Lukas 23:40-43 menceritakan lebih detail)

Ayat 19-22. Pilatus memutuskan menulis tulisan “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi” yang merupakan penghinaan terhadap imam-imam kepala yang menolak tulisan tersebut dan juga memadamkan harapan menempatkan Yesus sebagai Mesias yan membebaskan bangsa Israel dari Roma serta alat pembenaran secara hukum atas tindakan hukum yang diambil Pilatus dalam proses pengadilan yang berujung hukuman mati. Salib adalah tujuan Mesias datang ke dunia untuk menebus dosa dunia (Yoh 12:34). Makna salib dan tulisan di salib sangat beragam untuk setiap pelaku dalam peristiwa penyaliban dan banyak orang yang melihat dan membaca tulisan itu. Tulisan ditulis dalam 3 bahasa sehingga seluruh suku bangsa dan bahasa yang tinggal di Yerusalem dapat membaca tulisan itu. Dalam ayat 22 Pilatus dengan tegas menyatakan keputusan. Apakah ketegasan itu karena pengalaman berkali-kali diakali yang membuat posisi Pilatus tidak nyaman? Motif dalam pengambilan keputusan Pilatus hingga Yesus diputuskan hukuman mati melewati proses yang melelahkan Pilatus secara mental dan emosional dan mungkin tidak mau diganggu lagi dengan mempermasalahkan tulisan.

Ayat 23-24 dikisahkan pembagian pakaian dan jubah Yesus di undi sesuai dengan nubuatan di kitab Mazmur 22:19 sekalipun proses pengambilan pakaian menjadi kebiasaan prajurit yang ditugaskan menyalibkan orang. Pakaian terdiri atas pakaian luar, sandal, ikat pinggang dan serban tetapi jubah dilakukan secara diundi.

Ayat 25-27 dikisahkan yang didekat salib mereka adalah sekelompok wanita yang dekat dengan Yesus dan ada satu murid yang dikasihi Yesus berada dalam peristiwa penyaliban dan Yesus ingat akan ibu yang melahiran di dunia dan menugaskan murid yang hadir saat penyaliban untuk memperhatikan dan menganggap ibu Yesus sebagai ibunya sendiri.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: