Yohanes 17:1-26 Doa Yesus Untuk Murid-Murid-NYA

Catatan Yohanes 17:1-26 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjudul “ Doa Yesus untuk murid-murid-Nya”

http://www.box.net/embed/fv369b3j9s1nk82.swf

Doa Yesus dalam Yoh 17 dikenal “Doa Tuhan Yesus sebagai Imam Besar” tetapi ada yang berpendapat “ Doa penyerahan” atau “ Doa Kemenangan”  tetapi ini cenderung adalah nubuat dari Yesus sang Nabi. Yang tercantum di pasal 17 tidak dicatat di injil sipnotis tetapi Injil Yohanes tidak mencatat doa Yesus di Taman Getsemani. Jika eksegese bahwa ini adalah nubuatan dari Yesus sang Nabi maka doa Yesus di Getsemani benar benar hanya dicantumkan di Injil Sinopsis sedangkan bentuk nubuatan terdapat di Yohanes 17 hal ini disebabkan Yohanes 17 kata ἐρωτῶ bukan berarti berdoa melainkan lebih tepat meminta.

Ayat 1. Seruan telah tiba saatnya mengigatkan kita bahwa seluruh Injil Yohanes setuju pada salib-Nya. (Yoh 2:4; 7:30; dan 8:20) Yesus bekerja sesuai dengan waktu yang tepat. Saat waktu mendekat Yesus berkata menyatakan kerelaan-Nya untuk disalibkan dan mengerjakan tugas-Nya yaitu “Permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau” Salib adalah kemuliaan sebab melalui salib maka sifat-sifat menjadi nyata seperti: kasih-Nya kepada manusia, ketaatan kepada kehendak Bapa, kerendahan hati-Nya, kasih karunia-Nya. Melalui salib manusia mengenal Bapa sehingga Bapa dipermuliakan.

Ayat 2. Pemuliakanlah Anak-Mu mengigatkan Allah Bapa bahwa sebelum dunia dan manusia diciptakan, dalam kekekalan yang lampau. Allah Bapa telah memberikan kepada Tuhan Yesus kuasa atas segala manusia. Allah Bapa memberikan kuasa itu dengan tujuan supaya Tuhan Yesus menyelamatkan setiap manusia yang dipilih oleh Allah Bapa. Permohonan agar Dia dipermuliakan berdasarkan rencana keselamatan yang ditakdirkan dalam masa kekekalan yang lampau. Tuhan Yesus mempunyai kuasa atas seluruh manusia, namun mereka yang dipilih Bapa akan menerima keselamatan dari Tuhan Yesus.

Ayat 3. Hidup yang kekal bukan status atau kualitas manusia. Hidup yang kekal adalah hubungan pribadi antara manusia dengan Allah. Mengenal Allah bukan saja jalan menuju kehidupan yang kekal, tetapi pengenalan tersebut adalah kehidupan yang kekal.

Ayat 4. Yesus berkata-kata seolah olah Dia telah menaati kehendak Bapa dan disalibkan, padahal belum. Apakah Yesus bernubuat? Apakah Yesus bersikap itu karena penyaliban-Nya sudah pasti? Tuhan Yesus mempermuliakan Bapa dengan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada-Nya. Jalan yang ditempuh Yesus adalah sesuatu yang khusus kepada Tuhan Yesus sendiri.

Ayat5. Kemuliaan yang Dia minta adalah kemuliaan surgawi yang Dia nikmati sebelum menjadi manusia, tetapi kemuliaan ini tidak dapat dipisahkan dengan kemuliaan salib.

Dalam ayat 6-19. Yesus mendoakan murid-murid. Dalam 17:6-11a menjadi alasan alasan memohon dan Yoh 11b-16 supaya murid murid dilindungi, serta Yoh 17: 17-19 supaya murid murid dikuduskan. permintaan Yesus adalah sesuatu yang dikabulkan sehingga identik dengan nubuat.

Ayat 6-9. Mereka itu adalah milik-Mu dua kali diucapkan dalam waktu berdekatan. di ayat 6 memakai imperfect Tense dan di ayat 9 gunakan present tense. Apakah karena murid-murid adalah milik Bapa menjadi alas an Yesus meminta permohonan khusus? Alasan yang dikemukakan anara lain: bahwa Dia telah menyatakan nama Allah kepada mereka, bahwa mereka itu milik Allah dan Allah telah memberikan mereka kepada Tuhan Yesus, bahwa murid murid telah menuruti Firman Allah, bahwa iman para murid yang Dia ucapkan semakin mantab, bahwa murid murid menerima, mengetahui dan percaya Tuhan Yesus datang dari Allah. Mereka milik Bapa sehingga jadi berkat bagi dunia, karena murid-murid memberitakan Injil di dunia tetapi dunia tidak dapat diberkati dengan perkataan seperti ini karena dunia melawan Allah.

Ayat 10-11a. Setiap orang dapat berkata, segala milik-ku adalah milik-Mu tetapi hanya Tuhan Yesus berkata Milik-Mu adalah milik-Ku. Yesus akan meninggalkan murid-murid dan kembali ke Bapa sehingga memohon agar murid-murid dilindungi.

Ayat 11b-16 adalah permohonan supaya murid-murid dilindungi. Dalam ayat 11b menyatakan “Bapa yang kudus” adalah Oknum yang berkuasa sehingga Yesus menyerahkan murid-murid ke dalam perlindungan Bapa. Keamanan mereka dalam tangan Allah terjamin oleh permohonan Yesus. Melalui pemeliharaan Bapa murid-murid menjadi satu dengan Bapa dan Yesus. Kesatuan dengan Allah yang memiliki karakter, sifat dan kemuliaan Bapa

Ayat 12-13.Tuhan Yesus berhasil menjaga sesuai dengan janji-Nya (10:28-29) Yudas berada di luar pemeliharaan (6:64,70; 13:10-11,18,21-26). Yesus berhasil memelihara dan menjaga yang diberikan kepada-Nya. Hasil pemeliharaan Yesus adalah mengalami kepenuhan sukacita. (Bandingkan dengan 10:10)

Ayat 14-16. Setelah mereka menerima Firman Allah mereka berubah menjadi ciptaan baru yang mirip Yesus sehingga dunia membenci. Kebencian dunia bagi orang orang yang berjalan dalam terang diceritakan dalam pasal 3:19-20; 7:7. Murid murid dibenci tetapi Yesus tidak meminta murid-murid diambil dari dunia, karena mereka mempunyai tugas di dunia dan dilindungi dari si jahat yaitu iblis.Murid-murid adalah sesuatu yang asing di dunia yang tercantum dalam ayat 16 mengulangi ayat 14 sehingga layak dikuduskan dan murid murid dikuduskan. (Lihat 17:17-19) Ayat 17-19 adalah permohonan agar murid-murid dikuduskan. Berdasar Yoh 10:36 bahwa Yesus dikuduskan untuk tugas supaya Dia diutus ke dalam dunia maka mereka yaitu murid murid dikuduskan agar mereka dapat diutus. Melalui kebenaran mereka dikuduskan dan kebenaran yang dapat menguduskan orang percaya adalah Firman Allah. Hanya orang yang dikuduskan yang dapat diutus, sesuai dengan pola dalam pasal 10:36. Tujuan pengkhusus adalah misi (Yoh 20:21-22). Tuhan Yesus telah menguduskan diri-Nya bagi murid-murid. Dia Yang Mahakudus mengkhususkan diri-Nya pada tugas yang diberikan kepada-Nya oleh Bapa-Nya yaitu terhadap salib-Nya. Melalui salib para murid mengenal Allah melalui Tuhan Yesus.

Ayat 20-23 Yesus meminta semua yang akan percaya. Visi Tuhan Yesus menjangkau dunia (Yoh 10:16; 11:52; 12:20-26) maka sesuai pasal 18 pelayanan pemberitaan para murid menghasilkan buah dan Yesus memohon buah misi dan visi Yesus adalah sesuatu yang nyata. Melalui buah dalam suatu misi lahir kumpulan orang percaya. Yesus meminta agar mereka bersatu yaitu memiliki persekutuan dengan Bapa melalui Yesus. Melalui persekutuan dengan Bapa maka dunia akan mengetahui Bapa mengasihi mereka (orang orang percaya)

Ayat 24-26 Yesus meminta supaya yang percaya disempurnakan sehingga dapat melihat kemuliaan-Nya. .

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: