Yohanes 14:1-14

Catatan Injil Yohanes 14:1-14 oleh Lembaga Alkibat Indonesiaberjudul “Rumah Bapa”

Setelah  berkata-kata mengenai pengkhianatan Yudas dan penyangkalan Petrus dan keberangkatan-Nya sehingga murid murid-Nya binggung dan berat hati, Ia memberikan Iman. Murid-murid harus percaya. Kegelisahan dan iman kepada Tuhan Yesus adalah berlawanan. Percaya harus dilandaskan kepada Allah dan kepada Yesus. Yesus yang dikagumi dan dikasihi akan disalibkan sebagai penjahat terhukum. Murid-murid perlu mengembangkan imam supaya mereka tidak hancur. Tanpa iman mereka hancur dan tidak mungkin menjadi rasul. Yesus pergi untuk menyediakan tempat dan Yesus akan menjemput kembali. Janji akan mendapat tempat bersama Allah dapat menenangkan hati.

Sorga disebut rumah Bapa Tuhan Yesus. Di rumah itu banyak tempat tinggal atau kamar sehingga cukup untuk setiap mereka, cukup untuk setiap kita. Yesus pergi melalui kematian, kebangkitan dan kenaikan menyediakan tempat bagi mereka. Yesus tegaskan berkata secara jujur dan terbuka. Dia akan datang membawa mereka (dan kita) kepada diriNya sendiri (πρὸς ἐμαυτόν)

Bila murid mengerti bahwa Ia benar, karena mengenal Dia yang adalah jalan kepada diri-Nya sendiri. Kepada diri Yesus sendiri adalah identik kepangkuan Bapa.. Sekalipun sulit tetapi melalui proses waktu akhirnya dapat mempercayainya bahwa ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Tomas dan Filipus bertanya kepada Yesus. Tomas saat itu mengaku ketidakpahamannya sebab menurutnya “Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan kesitu?” Filipus saat itu memohon tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.

Yesus menyatakan diriNya sebagai “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Pernyataan Yesus sebagai jawaban terhadap pertanyaan Tomas. Pernyataan Yesus memerlukan keteguhan iman bagi Yesus sendiri maupun bagi para murid. Dia yang adalah jalan terpaku di salib. Dia yang adalah kebenaran tampaknya dihancurkan oleh dusta. Dia yang adalah hidup ternyata mati disalib.

Tidak ada seorangpun juga berarti tidak ada kepercayaan yang lain yang membawa orang kepada Allah. Tidak ada ajaran atau peraturan atau disiplin yang berfaedah menyelematkan orang dari murka Allah karena dosa. Selain Yesus tidak ada jalan kepada Allah.

Yesus berkata “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. Sesuatu pemberitahuan yang luar biasa bahwa murid-murid dianggap telah melihat Dia yaitu Allah. Penghiburan besar setelah sekian lama mengiringi perjalan bersama Yesus. (Yoh 1:18) Pernyataan kamu mengenal Bapa diperjelas setelah Filipus memohon menunjukan Bapa. Yesuspun menyatakan “Barang siapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa sebab Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku”

Yesus menjanjikan akan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar akan dilakukan oleh yang percaya kepada Yesus. Janji ini adalah salah satu berkat yang menyertai iman murid-murid. Pekerjaan pekerjaan merujuk jumlah perbuatan mujizat bukan tingkat keheranan atau keajaiban perbuatan. Apakah perbuatan lebih besar karena pekerjaan-pekerjaan mereka (murid-murid) dalam era dimana segala sesuatu yang dilakukan oleh Tuhan Yesus masih agak samar-samar tetapi setelah Yesus disalibkan dan bangkit tidak ada samara samar lagi?  Apakah perbuatan lebih besar apakah dikaitkan mujizat pertobatan dan keselamatan tidak hanya bangsa Yahudi saja tetapi seluruh bangsa di dunia?

Untuk dapat melakukan sesuatu mujizat atau hal lain maka Yesus mengajar “Mintalah dalam namaKu dan Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan. Pekerjaan pekerjaan ini dilakukan melalui doa dalam nama Tuhan Yesus. Pekerjaan pekerjaan harus sesuai dengan tujuan Bapa yang bermuara pada mempermuliakan Bapa. Pekerjaan pekerjaan sangat berorientasi kepada sifat hati dan tujuan Bapa.

Janji meminta dalam nama Yeus diulangi kembali dalam ayat berikutnya sehingga mengesankan agar kita ingat dan mentaati untuk meminta dalam sesuatu. Perkara besar dan Ajaib yang telah terjadi dapat dilakukan oleh Yesus karena Dia berkuasa melakukan perkara Besar dan Ajaib

Categories: Injil Yohanes | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: