Yohanes 12:37-43 Mengapa Orang Yahudi Tidak Dapat Percaya

Catatan Injil Yohanes 12:37-43 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjudul “Mengapa orang Yahudi tidak dapat percaya”

Ayat 37.  Meskipun anggur yang diciptakan telah dihabiskan, dan mereka yang disembuhkan akhirnya meninggal dunia, tetapi pemakaian Perfect Tense disini menekankan bahwa ada akibat yang menetap, yaitu tanda telah diberikan, sehingga ketidakpercayaan mereka tidak layak. Apakah yang dimaksud tanda? Bila tanda adalah sesuatu yang ajaib yang dilakukan Yesus, Injil Yohanes mencatat beberapa tanda diantaranya:

–          Air menjadi anggur (Yoh 2:1-11)

–          Penyembuhan anak pegawai istana (Yoh 4:46-54)

–          Penyembuhan orang di kolam Betesda (Yoh 5:1-8)

–          Roti bagi lima ribu orang ( Yoh 6:1-15)

–          Berjalan di atas air (Yoh 6:16-21)

–          Memelekkan mata (Yoh 9:1-42)

–          Kebangkitan Lazarus (Yoh 11:1-57)

Penulis Injil Yohanes menekankan mereka yang tidak percaya kepada-Nya sekalipun ada tanda yang terjadi. Tanggung jawab ditekankan bahwa mereka layak dihukum.

Ayat 38. Pemberitaan kami merujuk pada ajaran Tuhan Yesus. Tangan kekuasaan Allah merujuk pada tanda-tanda yang diadakan oleh Tuhan Yesus.

Ayat 39. Apakah tindakan tidak percaya mereka adalah pengenapan nubuat dari Yesaya ataukah Yesaya telah menerima ilham yang akan terjadi dengan benar dimasa yang akan datang? Why 3:20 mengambarkan Yesus mengetuk tetapi tidak membuka pintu. Tanda terjadi tetapi menolak percaya. Apakah mereka tidak ditarik oleh Bapa sesuai dengan pasal 6:44 ataukah lebih menyibukkan diri dengan tafsiran yang tidak sempurna dan memaksa Mesias harus sesuai dengan penafsiran dan pemikiran mereka?

Ayat 40. Dalam ayat 37 tanggung jawab mereka ditekankan, sedangkan dalam ayat 40 kedaulatan Allah ditekankan.

Ayat 41. Mengutip Yesaya 6:10. Nama Yesus tidak dicantum dalam Yesaya 6 tetapi penulis ayat 41 juga menulis pasal 1:1 yang menyatakan Firman adalah Allah.

Ayat 42. Diantara yang menolak Yesus ada yang percaya termasuk pemimpin-pemimpin tetapi tidak mau dikucilkan. Murid –murid Yesus secara diam-diam misalnya Nikodemus dan Yusuf dari Arimatea. Dikucilkan dari kursi depan yang disediakan bagi para pemimpin dianggap lebih berat darpada dikucilkan dari tikar yang terletak di belakang ruang ibadah.

Ayat 43. Ayat ini mengupas mereka yang sudah percaya, tetapi tidak berani mengakui Tuhan Yesus di depan umum.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: