Yohanes 11:1-44 Lazarus Dibangkitkan

Catatan Injil Yohanes 11:1-44 oelh Lembaga Alkitab Indonesia diberi judul “Lazarus dibangkitkan”

Ayat 1. Yohanes menberikan keterangan tentang keluarga Lazarus. Batania terletak di lereng timur Bukit Zaitun sekitar tiga kilometer dari Yerusalem, di jalan menuju ke Yerikho.

Ayat 2. Penulis Injil menceritakan keakraban yang ada antara keluarga Maria dan Yesus. Maria akan muncul kembali dalam Injil Yohanes pasal 12:1-8.

Ayat 3. Nama Lazarus tidak dicantumkan tetapi disebutkan dia yang Engkau kasihi. Permohonan mendapatkan pertolongan tidak dicantumkan sekalipun mengharapkan lawatan dan atau kesembuhan dari Yesus. Κυριος diterjemahan sebagai Tuan adalah lebih tepat karena mereka belum mengerti Yesus adalah Tuhan Semesta Alam.

Ayat 4. Kisah jatuhnya sakit Lazarus yang membawa kematian adalah sesuatu yang mirip pasal 9:3 yaitu untuk menyatakan kemuliaan Allah. Yesus mengerti bahwa kehendak Allah yang harus diperbuat dan Ia taat pada kehendak Bapa yang mendatangkan kemuliaan bagi-Nya.

Ayat 5-6. Yesus mengasihi dan bila ditunda akan alami dukacita tetapi kehendak Bapa  ditaati sebab kemuliaan Allah akan dinyatakan dan sukacita akan menhapus dukacita akan dialam keluarga Lazarus.

Ayat 7. Yesus pergi ke Betania yang jaraknya sekitar 150 Km yang menandakan tidak takut terhadap ancaman pembunuhan di Yerusalem.

Ayat 8. Yesus taat kepada kehendak Bapa dan ingin memuliakan Bapa melalui kasus yang menimpa Lazarus sekalipun pernah alami pencobaan pembunuhan oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem.

Ayat 9. Selama Bapa menghendaki suatu pelayanan, tidak perlu takut bahaya. Dia rela menurut kehendak Bapa dan yakin tidak ada kematian di luar kehendak Bapa. Dia tidak menghindari pekerjaan sampai “malam”

Ayat 10. Apakah maksud Yesus menunjuk ke pengajaran “jika melakukan di luar kehendak Allah dan tidak hidup bagi Allah maka kehidupan akan berantakan dan menderita”? Atau mungkinkah pengertian perkataan yang dimaksud Yesus merujuk kepada Diri-Nya adalah terang dunia dan terang itu akan dibunuh, dan mereka tidak dapat berjalan dengan Dia?

Ayat 11. Yesus mengetahui Lazarus meninggal tetapi gunakan kata tertidur.

Ayat 12. Murid-murid keliru memahami pernyataan Lazarus tertidur. Murid-murid percaya kalau urusan sakit penyakit, Yesus mampu mengatasi.

Ayat 13-15. Yesus menyatakan secara terus terang Lazarus telah meninggal dan bersyukur dapat mampu taat kepada kehendak Bapa sehingga tanda yang lebih besar dari kesembuhan dapat disaksikan agar menjadi percaya dan atau lebih percaya. Tanda yang dilakukan akan membangkitkan iman.

Ayat 16. Tomas memberi rangsangan untuk tetap ke Yerusalem sekalipun pernah alami pecobaan pembunuhan. Tomas dan mungkin murid-murid lebih memusatkan pikiran kepada pengalaman pencobaan pembunuhan daripada pernyataan “ada dua belas jam dalam satu hari”

Ayat 17.  Perjalanan dari seberang Yordan yaitu tempat Yohanes Pembaptis ke Batania dekat Yerusalem memakan waktu 4 hari. Orang Yahudi tidak menunggu lama untuk mengubur mayat. Karena ada pengajaran bahwa jiwa orang mati akan melayang layang di atas mayat selama tiga hari dengan harapan dapat masuk kembali dan bila melihat pembusukan jenazah ia akan sadar tidak mungkin kembali ke dalam mayat itu maka pada hari keempat hari kematian Lazarus barulah Yesus datang.  Orang orang Yahudi yakin jiwa Lazarus  sudah pergi dan ia tidak hidup lagi. Pengajaran jiwa orang mati berbda dengan pengajaran Kristen tetapi kepercayaan itu meningkatkan keajaiban Mukjizat.

Ayat 18.  Yesus  ke Betania yang memiliki jarak hanya 2 mil atau sekitar 2,7 kilometer dari Yerusalem, tempat mereka hendak membunuh Yesus

Ayat 19. Meninggalnya Lazarus mengundang perhatian orang banyak. Apakah Lazarus orang yang terkemuka di Betania dan juga Yerusalem? Pemakaian “minyak narwastu murni yang mahal” di pasal 12:3 yang memberi kesan keluarga Lazarus tidak miskin.

Ayat 20. Marta lebih giat dari Maria termasuk di Lukas 10:38-42.

Ayat 21. Sekalipun mungkin kecewa Yesus datang terlambat sebab bila tidak terlambat percaya Lazarus tidak mati tetapi Marta masih mau menerima Yesus.

Ayat 22. Apakah yang dimaksud Marta? Apakah Marta tidak kecewa dengan Tuhan Yesus dan tetap mengasihi-Nya? Marta tetap percaya , tetapi dia tidak membayangkan bahwa Yesus akan membangkitkan Lazarus.

Ayat 23. Apakah ucapan Yesus adalah ucapan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan? Apakah ucapan Yesus adalah sebuah janji bahwa Yesus akan membangkitkan Lazarus? Ataukah perkataan Yesus dimaksudkan untuk menguji iman Marta?

Ayat 24. Apakah Marta menpelajari pelajaran apa yang terjadi di masa depan yaitu di akhir zaman? Apakah konsep kebangkitan yang dimaksud Yesus saat itu sama dengan pemikiran akhir zaman? Apakah jawaban Marta jawaban yang bergembira karena Lazarus akan dibangkitkan di akhir zaman? Dalam jawaban Marta tidak terlihat ada harapan bahwa Lazarus dibangkitkan!

Ayat 25-26. Yesus mengakui adanya kebangkitan pada akhir zaman sebagaimana ajaran rabi-rabi Israel b ahkan menyatakan Dialah yang akan membangkitkan orang di akhir zaman. Yesus mengajar Marta bahwa Diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup. Percayalah engkau akan hal ini? Suatu pertanyaan Yesus agar Marta tidak saja percaya Yesus adalah kebangkitan tetapi Dia adalah pemberi hidup.

Ayat 27. Karena Yesus menyatakan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup dan Marta percaya akan perkataan Yesus sehingga menyimpulkan Dia adalah Mesias, Anak Allah.

Ayat 28. Marta pergi memanggil saudaranya dengan berbisik, mungkin supaya percakapan mereka tidak terganggu mereka yang melayat.

Ayat 29. Maria tidak menunggu, tetapi segera bangkit.

Ayat 30. Tuhan Yesus belum melihat orang-orang Yahudi yang datang melayat.

Ayat 31. Yesus dan Maria tidak sempat berbicara tanpa orang lain disitu. Mereka yang melayat akan sempat menyaksikan mukjizat.

Ayat 32. Maria tersungkur di kaki Yesus sedang Marta tidak tetapi perkataan Maria hampir sama dengan Marta.

Ayat 33. Masygul diambil dari kata εμβριμαομαι secara leksikal adalah kuda mendengus sehingga cenderung untuk melukiskan adanya unsur kemarahan. Apakah karena Dia marah karena ketidakpercayaan mereka yang meratap karena mereka seolah-olah melupakan kebangkitan? Apakah Yesus marah terhadap dosa,penyakit dan kematian yang merusak dunia? Apakah karena orang orang Yahudi yang datang bersama-sama dengan Maria ikut menangis seperti Maria?

Ayat 34. Dengan latar belakang  “hati yang masygul”, Yesus hendak menuju ke kubur untuk mengalahkan maut dan ketidakpercayaan.

Ayat 35. Mengapa Yesus menangis? Menangiskah karena Lazarus yang diketahuiNya akan alami kebangkitan? Apakah ikut sedih dengan kesedihan yang dialami Maria & Marta?  Mungkinkah Yesus menangis karena segala dosa, penyakit dan kematian yang ada diantara manusia?

Ayat 36-37. Apakah mereka berpikir Yesus menangis karena putus asa, lakukan kesalahan terlambat datang ke Betania atau justru terlambat datang tidak mampu penyembuhkan Lazarus yang sakit sekalipun Ia mampu mencelikkan mata yang buta sejak lahir? Sekalipun kedatangan Yesus disambut positif dengan pernyataam “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” diikuti dengan reaksi negatif yang menganggap Yesus tidak berdaya menolong Lazarus.

Ayat 38. Orang Yahudi sering memakai gua sebagai kubur, terutama bagi orang penting.

Ayat 39. Marta yang mengurusi kematian Lazarus saudaranya merasa mengetahui lebih baik bahwa Lazarus berbau sehingga saat mendengar perkataan Yesus untuk angkat batu kuburan menjelaskan perkiraan yang terjadi dengan mayat Lazarus serta ketakutan terhadap bau yang ditimbulkan.

Ayat 40. Marta ditegur. Dalam pasal 11:23-26 tidak memakai ungkapan kemuliaan Allah tetapi sekarang ungkapan itu dipergunakan.

Ayat 41. Doa yang diucapkan adalah ucapan syukur kepada Bapa. Doa untuk membangkitkan Lazarus mungkin cukup dalam hati saja. Yesus yakin doa-Nya didengar sekalupun belum melihat Lazarus dibangkitkan.

Ayat 42. Dia tidak berdoa supaya dipermuliakan orang banyak tetapi berdoa agar mereka percaya.

Ayat 43. Tanda terjadi tanpa bekerja / usaha, obat atau doa yang terdengar. Tanda yang dilakukan mirip waktu mengubah air jadi anggur dimana tindakan pelayan saja yang lakukan pekerjaan sedang dalam kasus Lazarus, orang yang dengar perkata Yesus mengulingkan batu maka semua berubah sendirinya. Izin dari Marta kelihatan lebih sulit daripada membangkitkan Lazarus. Yesus memanggil Lazarus ke luar dengan suara keras. Mengapa bersuara keras? Apakah agar didengar orang banyak bahwa Yesus memanggil Lazarus ataukah supaya Lazarus mendengar? Suara keras apakah ada kaitannya dengan supaya orang banyak percaya kepada Yesus adalah kebangkitan dan hidup?

Ayat 44. Yesus tidak pernah terlalu terpesona dengan mukjizat sehingga melupakan pekerjaan lain. Yesus ingatkan untuk membuka kain kain yang menutupi Lazarus. Kebangkitan Lazarus merupakan tanda yang merujuk kebangkitan Yesus dan kebangkitan kekal.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: