Yohanes 10:1-21 Gembala Yang Baik

Catatan Injil Yohanes 10:1-21 oleh Lembaga Alkitab Indonesia berjulul “Gembala yang baik”

Ayat 1. Kandang domba adalah tempat yang melindungi domba dari pencuri dan cuaca yang buruk. Pencuri dan perampik tidak mungkin lewat pintu, karena ada penjaga yang melindungi domba. Apakah dengan mengatakan Akulah pintu, bukankah orang yang menghalangi datang kepada Yesus dapat diasosikan dengan pencuri dan perampok? Ataukah mereka dikiaskan pencuri berdasar Yehezkiel 34:4? Mengapa pemuka pemuka agama Yahudi mengetahui orang yang buta sejak lahir tidak diobati dan bila diobati dan sembuh menjadi marah?

Ayat 2. Domba meskipun diincar pencuri tetapi ada gembala yang menjaga.

Ayat 3. Sekelompok gembala di Timur Tengah memberi nama bagi masing-masing domba, domba akan datang bila dipanggil. Tuhan Yesus memanggil menurut nama masing masing.

Ayat 4. Kandang aman dijaga gembala tetapi di dalamnya tidak ada rumput dan air kecuali musim tertentu atau kondisi tertentu gembala membawakan rumput untuk domba-domba. Domba domba yang harus makan rumput dan minum air harus dibawa ke padang rumput dan tempat yang berair yang aman. Di Timur Tengah gembala berjalan di depan domba-dombanya. Mereka mengenal suaranya dan mengikutinya karena memiliki hubungan pribadi dan kepercayaan terhadap gembala.

Ayat 5. Dia yang matanya dicelikkan dalam pasal 9 menjadi contoh kebenaran. Dia adalah “domba” Tuhan Yesus, dan menolak para pemimpin Yahudi menyelidiki kasusnya.

Ayat 6. Yesus mengungkapan dalam bentuk kiasan dan tidak dimengerti. Yesus yang mengertahui kiasannya tidak dipahami maka sering dilanjutkan dengan penjelasan.

Ayat 7. Yesus ungkapan diri-Nya adalah pintu dan jika orang tidak mengenal Dia, mereka tidak ada urusan yang benar dengan domba-domba.

Ayat 8. Semua orang yang datang sebelum Yesus dan berpendapat dirinya adalah Mesias dan menjanjikan kemerdekaan, hanyalah menghasilkan perang, penderitaan dan perbudakan.

Ayat 9. Dalam kiasan ini, domba aman jika mereka masuk melalui pintu yang ada, dan domba kenyang bila mereka keluar melalui pintu yang ada, karena di situ ada padang rumput. Kiasan ini merujuk pada kehidupan kekal dan kelimpahan hidup yang ada di dalam Yesus.

Ayat 10. Di luar Kristus, seperti pemuka-pemuka agama Yahudi adalah memcuri, membunuh dan membinasakan. Dia datang, supaya mereka munyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Apakah ini adalah metafora dari siapa yang percaya kepada Tuhan Yesus sehingga selamat dan menyerahkan dirinya kepada-Nya dapat menikmati hidup ilahi dan sukacita.

Ayat 11. Yesus bukan saja adalah pintu, Dia juga adalah gembala yang baik. Dia bukan gembala da;am Zakharia 11:15-17. Dia gembala Baik. Dia begitu baik sehingga memberikan nyawa-nya bagi domba-domba-Nya. Domba-domba yang ada di Timur-Tengah saat itu terancam dengan sepak terjan dari singa, srigala dan beruang sehingga seorang gembala secara tidak sengaja memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Tuhan Yesus bukan saja rela tetapi dengan sengaja memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Kematian Gembala yang baik bukan suatu kecelakaan, melainkan tujuan-Nya dan khas-Nya.

Ayat 12. Mishnah (kumpulan ajaran rabi-rabi Israel) mengatakan bahwa seorang gembala upahan yang mengembalakan domba orang lain, wajib melindungi domba yang dia gembalakan jika yang menyerang seekor serigala, tetapi dia tidak bertanggung jawab jika domba diserang oleh dua ekor serigala. Alasan serigala menyerang berkelompok (apalagi hewan lebih buas dan perkasa) dapat digunakan untuk membenarkan domba tak dapat dilindungi.

Ayat 13. Gembala upahan memikirkan upah, ia tidak mengasihi domba-domba. Apakah ini juga mengambarkan pemimpin agama yang menjalankan tugas karena dibayar, bukan karena kasih?

Ayat 14. Yesus melayani tidak karena uang. Dia melayani karena Dia mengenal domba-domba-Nya, dan mereka mengenal Dia.

Ayat 15. Hubungan saling mengenal dalam ayat 14 bukanlah hubungan yang dangkal. Hubungan sangat istimewa karena Dia memberikan nyawa-Nya bagi mereka. Dia akan mati di kayu salib untuk menyediakan hidup ilahi bagi mereka dan bagi kita.

Ayat 16. Yesus mempunyai domba bukan saja dikandang ini saja. Kandang ini adalah merujuk umat Israel sedangkan kandang lain adalah diluar orang Israel.Dari mana asal kandang dan berada di kandang yang manapun diperlakukan sama oleh Gembala Baik. Gembala Baik dapat mengembalakan setiap domba dari setiap kandang.

Ayat 17. Allah Bapa mengasihi Tuhan Yesus karena Dia taat dalam hal pengorbanan di kayu salib, dan alami kebangkitan. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah tujuan bagi kematian-Nya. Kematian bukan kekalahan, melainkan kemenangan. Dia memberikan nyawa-Nya untuk menerima kembali.

Ayat 18. Yesus menguraikan tugas dari Bapa.

Ayat 19. Pengajaran Yesus sebagai Gembala Baik menimbulkan kristalisasi dikalangan yang mendukung dan menentang Yesus.

Ayat 20. Yang menenatang Yesus menambahkan kata gila selain kerasukan setan. Mereka menyerang dan menyepelekan Yesus tanpa argumentasi logis.

Ayat 21. Suatu kesaksian dan tanda memelekkan orang buta sejak lahir dijadikan  dasar bagi yang percaya Yesus dari Allah bertahan dalam serangan dari yang menentang Yesus yang anggap Yesus kerasukan setan dan gila.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: