Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup

Teks Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya:”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Dalam teks memuat tiga pernyataan tentang Yesus menurut Yesus sendiri. Bagaimanakah hubungan antara ketiga pengakuan Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup dikaitkan dengan sampai kepada Bapa? Apakah korelasi antara “Aku (Yesus)” dengan “Bapa”?

Pernyataan bahwa:”Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” menimbulkan makna mendalam. Mengapa hanya melalui Yesus orang sampai kepada “Bapa”? Siapakah “Bapa”? Apakah orang tua Yesus? Apakah nenek moyang Yesus? Apakah ada seorang guru yang mengajar Yesus dan dipanggil “Bapa” oleh Yesus? Mengapa “Bapa” hanya dapat dijumpai oleh Yesus dan melalui Yesus berjumpa dengan “Bapa”?  Apakah “Bapa” tidak dapat ditemui dan dan dilihat oleh sepasang mata orang-orang Yahudi? Dimanakah “Bapa” berada? mengapa tidak dapat melihat dan menghampiri?

Bila yang dimaksud “Bapa” adalah yang mengutus Yesus ( Yoh 5:36,37) dan Yesus mengerjakan tugas dari “Bapa yang mengutus”(Yoh 10:18) serta melakukan dalam nama “Bapa” ( Yoh 10:25) dengan melakukan pekerjaan baik, bukankah itu secara tidak langsung “Bapa” adalah oknum yang sangat dihormati oleh Yesus? Dalam Yohanes 10:25 ditercatat bahwa “Bapa” adalah sesuatu yang harus disembah, bukan sekedar dihormati. Bila pengertian “Bapa” adalah Yusuf dari Nazaret ( Yoh 6:42; 1:45) dan pekerjaan Yusuf adalah sebagai tukang kayu maka seharusnya Yesus tetap bekerja sebagai tukang kayu bukannya meninggalkan semua pekerjaan warisan Yusuf. Hasil karya pekerjaan Yesus bukanya membuat aneka kebutuhan manusia yang berbahan baku dari kayu, tetapi pergi dan melakukan aneka mujizat, mengusir setan sehingga bukanlah Yusuf yang dimaksud dalam teks di atas.

Yesus mengatakan bahwa “Bapa” tidak dikenal oleh orang Yahudi ( Yoh 8:19) sebab ajaran Bapa yang diajarkan Yesus tidak diterima oleh orang Yahudi ( Yoh 6:45; 15:24) Langkah mengenal Bapa adalah percaya kepada Yesus sebagai yang diutus Bapa ( Yoh 6:29 ) dan ikut mengerjakan yang Yesus kerjakan ( Yoh 14:12 ) maka akan mengenal “Bapa” adalah Allah, ( Yoh 8:42) sehingga “Bapa” identik dengan Allah.

Orang-orang Yahudi berpendapat bahwa, “Bapa kami satu yaitu Allah” ( Yoh 8:41) dan “Yesus adalah orang Samaria dan kerasukan setan ( Yoh 8:48 ) Yesus menyatakan bahwa, “Ia tidak kerasukan setan” ( Yoh 8:49 ) dan ciri dari Iblis adalah berdusta ( Yoh 8:44) Yesus mengatakan kebenaran dan bertanya kepada orang Yahudi; “Siapakah yang dapat membuktikan Ia ( Yesus) berbuat dosa”? (Yoh 8:46) Bukankah selama tidak dapat membuktikan “Yesus berdusta atau Yesus berdosa” maka Ia adalah benar dan layak berpredikat utusan Allah dan berseru kepada Allah sebagai “Bapa”? Yesuslah yang pertama menyapa Allah dengan sebutan Bapa dan berulang-ulang gunakan istilah tersebut.

Akulah jalan kepada Bapa. Apakah yang dimaksud dengan “jalan” kepada “Bapa”?  Apakah jalan sesuatu yang harus dilewati dan diselusuri dalam suatu perjalanan dengan sasaaran kepada “Bapa”? Apakah jalan adalah petunjuk hidup, cara bertindak atau berkelakuan agar sampai kepada”Bapa”? Apakah jalan adalah suatu ajaran sehingga berjumpa dengan “Bapa”? Apakah harapan yang dijanjikan dari “jalan” kepada Bapa?

Ada harapan kepada “Bapa” Dalam Yohanes 14:2 ditulis “Di rumah Bapa banyak tempat tinggal”.Apakah yang dimaksud rumah Bapa dalam teks? Apakah rumah Bapa adalah Bait Allah? ( Yoh 2:16,17) Bila rumah Allah adalah Bait Allah, maka Bait Allah yang mana yang dimaksud Yesus? Apakah Bait Allah di Yerusalem ( Yoh 10:23; 18:23) Apakah Bait Allah yang dimaksud tubuh-Nya sendiri? ( Yoh 2:21) Apakah Bait Allah adalah Yerusalem Baru yang turun dari Sorga? ( Why 3:12 )

Yesus  pergi ke rumah Bapa untuk menyiapkan tempat bagi murid-Nya lalu datang kembali membawa murid-Nya ( Yoh 14:3) Dalam Injil Yohanes 16:28 tertulis bahwa, “Yesus datang dari Bapa ke dunia akan kembali kepada Bapa”. Karena Yesus meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa maka rumah Bapa dimengerti dalam kontek Yerusalem Baru yang datang dari Sorga. Yesus akan kembali ke dunia ( Yoh 14:3b; 21:22; Why 22:12,20 ) setelah menyediakan tempat bagi murid-Nya ( Yoh 14:2 ) sehingga rumah Bapa dalam Injil Yohanes 14:6 bukanlah Bait Allah di Istrael.

Apakah ada hubungan antara Bait Allah adalah Yerusalem Baru dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri?  Dalam kota kudus Yerusalem yang baru tidak ada Bait Allah sebab Tuhan Allah Yang Mahakuasa adalah Bait Allah demikian juga Anak Domba – Yesus ( Why 21:2,22) sehingga rumah Bapa berarti dimana Bapa tinggal dan memerintah. ( Why 12:10)

Akulah jalan kepada Bapa berarti jalan ke rumah Bapa. Apakah dasarnya bahwa Yesus adalah jalan kepada Bapa? Mengapa tanpa Yesus tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa? Injil Yohanes mencatat sejumlah fakta, seperti: ” Yesus berasal dari atas, bukan dari dunia, sehingga berbada dengan yang berasal dari dunia” ( Yoh 8:23 ), Yesus berasal dari atas dan berkata bahwa:” Tidak ada seorang pun yang telah naik ke Sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari Sorga” ( Yoh 3:31 ) yang berimplikasi kepada pengertian “Akulah jalan kepada Bapa adalah Yesus yang membawa seseorang kepada Bapa bila orang itu memiliki persekutuan dengan Yesus. ( Why 1:6, Yoh 17:24; 1Yoh 2:24; 1:3 bandingkan dengan Ef 4:8-10 ) dan tinggal dalam ajaran Yesus ( 2 Yoh 1:9)

Akulah kebenaran. Akulah kebenaran berarti Yesus adalah kebenaran.  Apakah kebenaran?

Kata kebenaran berasal dari kata Yunani aletheia. Dalam konkordansi Perjanjian Baru Interlinear karangan Pdt. Hasan Sutanto, D.Th tercatat kata aletheia di Injil Yohanes muncul 25 kali dari 109 kali di seluruh Perjanjian Baru yang berarti sebanyak 22,94 %. Bila jumlah pasal di Injil Yohanes ada 21, maka setiap pasal rata-rata memuat satu kata aletheia dan mengesankan pengulangan kata secara berkesinambungan dalam penulisan Injil Yohanes sehingga penulis Injil Yohanes sangat tertarik dan mengajak pembaca merenungkan kebenaran dengan sungguh-sungguh.

“Aku adalah kebenaran” itu pendapat Yesus terhadap diri-Nya! Apakah yang menjadi dasar untuk menyatakan “Yesus adalah kebenaran” oleh pribadi Yesus?

Injil Yohanes menyatakan, bahwa kebenaran datang oleh Yesus Kristus ( Yoh1:18) dan Yesus lahir dan datang ke dalam dunia supaya memberikan kesaksian tentang kebenaran. (Yoh18:37) Apakah Yesus datang bersaksi hal diri-Nya sendiri sebagai yang datang dari kebenaran dan memperlihatkan apa yang dinamakan kebenaran sehingga Yesus dapat berkata sebagai kebenaran-Nya identik dengan memberikan kesaksian tentang kebenaran, adakah di dapati suatu kesalahan dalam diri Yesus?

Pilatus saat mengadili Yesus tidak menemukan kesalahan seperti yang dituduhkan orang-orang Yahudi ( Yoh19:4,6) Hukum negara dan sosial – politik kekaisaran tidak menemukan kesalahan seperti yang dituduhkan. Satu-satunya tuduhan kesalahan Yesus dari orang-orang Yahudi adalah menganggap diri-Nya sebagai “Anak-Allah” (Yoh19:7), tetapi tidak menemukan kesalahan dalam kehidupan-Nya. ( Yoh18:23)

Orang Yahudi menyatakan Yesus bersalah karena berkata “Ia Anak Allah”. Apakah pengertian “Anak Allah”? Yesus telah menyatakan bahwa , “Ia melakukan kehendak Allah” (Yoh10:37,38) Yesus menyatakan bahwa, “Ia berasal dari Surga ( Yoh3:13,31) Yesus menyatakan bahwa, “Aku di utus Allah” (Yoh3:34) Bukankah “Anak Allah” adalah yang berasal dari Allah dan atau “Orang yang melakukan kehendak Allah”? Bila “Anak Allah” menurut orang-orang Yahudi adalah usaha menyamakan diri-Nya (Yesus) dengan Allah, apakah kontradiksi dengan “Yesus adalah Firman yang menjadi manusia? (Yoh1:1-3,9-11) Apakah alasan orang Yahudi bahwa pernyataan “Yesus Anak Allah” adalah salah dan mengujat Allah? Apakah hanya menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat maka Ia tidak berasal dari Allah karena melanggar hukum Sabat? ( Yoh9:16) Adakah aturan Sabat yang mengaturnya, ataukah suatu tafsiran orang Farisi hal hukum Sabat yang menjadi tradisi dan ajaran? (Yoh5:16,18)

Jika orang Yahudi yang diwakili tokoh agama menarik kesimpulan bahwa kesalahan Yesus adalah menganggap Tuhan adalah Bapa, dan juga Yesus menghujat Allah. Apakah Yohanes Pembaptis juga dinyatakan bersalah saat berkata kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah? (Yoh1:29)

Melalui tuduhan yesus menghujat Allah dari orang-orang Yahudi berakibat Yesus di hukum mati dan disalibkan. (Yoh19:7) Yesus mati akibat tuduhan menghujat Allah. (Yoh19:16a;19:32-33) Melalui kematian Yesus meneguhkan baahwa yang diucapkan mengenai kematian diri-Nya adalah benar. (Yoh12:32-22)

Yesus mengatakan bahwa “Ia hidup”. Apakah artinya “Yesus hidup” sehingga dengan hidup Yesus seorang datang kepada Bapa? Bila hidup yang dimaksud Yesus membawa seorang sampai kepada Bapa, apakah “hidup” yang dimaksud Yesus? Apakah artinya “Aku hidup” tetapi dijatuhi hukuman mati? Apakah nilai lebih dari “Akulah hidup” tetapi menjalani hidup yang mengalami kematian? Bukankah “Akulah hidup” dapat berarti tidak mengalami kematian?

Pandangan ahli agama Yahudi ialah bahwa Mesias harus hidup tetapi disisi lain Yesus harus mati untuk kepentingan bangsa Yahudi (Yoh11:50-51) dan Yesus bukanlah Mesias, tetapi pengajaran Yesus mengajarkan Mesias harus mati sekalipun Ia sumber hidup (Yesaya 53, Ayub 19:25;Yoh 5:40)

Akulah hidup tetapi menjalani kematian di salib, itulah Yesus. Alasan apakah bahwa “Akulah hidup tetapi menjalani kematian”? Bukankah Yesus sudah ada sebelum Abraham (Yoh5:58) telah berkata bahwa “Aku datang agar domba-domba ( domba-domba dalah orang percaya pada-Nya (Yoh10:26)) memiliki hidup. (Yoh 10:10) Bagaimanakah memberi hidup badi domba-domba-Nya bila gembala mati?, tetapi disisi lain Gembala yang baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. (Yoh10:11) Apakah gembala mati mempertahankan kehidupan domba ataukah dengan kematian gembala maka domba memiliki hidup? Adakah hubungan dengan “Akulah(Yesus) hidup yang membuat seseorang datang kepada Bapa” dengan kematian-Nya?

Yesus Sang Mesias mengajar bahwa Mesias alami kematian dan untuk kematian itu Ia datang. (Yoh12:27-28) Ia pun berkata: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.(Yoh12:24) Apakah Yesus datang ke dunia untuk mengalami kematian seperti biji gandum? Biji gandum jatuh ke tanah alami kematian ataukah suatu rangkaian proses kehidupan sebutir biji gandum?

Yohanes Pembaptismengatakan bahwa “Yesus adalah Anak Domba Allah” Apakah yang terjadi dengan “Anak Domba Allah”? Bukankah anak domba yang tidak bercacat menurut hukum Taurat Musa harus disembelih karena melalui darah anak domba beroleh penyucian dan pengampunan dosa ( Ibr9:10-22) sehingga Yesus Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia yang tidak berdosa harus mati dan mengeluarkan darah-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya? (1Yoh1:7; Why5:9,10, Ibr 9:28)

Yesus datang ke dunia, supaya “domba-domba-Nya” yaitu yang percaya beroleh hidup. (Yoh3:16,39; 5:24) Apakah melalui percaya di dalam hati memiliki aliran-aliran air hidup(Yoh7:38; 4:14) yang menjadi mata air yang terus memancar sampai hidup yang kekal dan kehidupan yang percaya adalah sesuatu yang dikehendaki oleh Allah? Apakah akibat percaya maka dibangkitkan pada akhir zaman? (Yoh6:40) Apakah karena yang percaya dikuduskan dalam kebenaran? (Yoh17:17,19) Apakah karena Ia Juru Selamat?(Yoh4:42) Apakah karena Yesus yang diutus Allah? (Yoh17:8)

Hal menarik lainnya adalah masuk Sorga berdasarkan nama yang tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba dan sesuatu yang najis, orang yang melakukan kekejian dan dusta tidak dapat masuk (Why 21:27, 20:15) Bagaimana agar masuk kitab kehidupan? Apakah ada orang di dunia yang tidak melakukan yang najis, keji dan dusta? Bukankah semua berdosa (1 Yoh 1:8; Rm 3:10) Siapakah yang tertulis dalam kitab kehidupan? Raja Daud menyatakan berbahagialah yang diampuni pelanggarannya dan ditutupi dosa-dosanya (Mzm32:1) menjadi pijakan yang kokoh pentingnya karya penebusan dosa oleh Yesus.

Penulis Mazmur menyatakan bahwa yang tercantum dalam kitab kehidupan adalah orang benar. (Mzm 69:29) Benarkah bahwa “orang benar adalah yang berada dalam yang benar? ( 1 Yoh5:20) Apakah orang benar adalah orang yang diampuni menjadi benar yang berarti menjadi benar disebabkan dibenarkan bukan berdasarkan perbuatannya (Mzm 35:27; Rm4:3,6-8) dan Yesus berkuasa mengampuni dosa? ( Yoh 8:11,34-36; Luk 5:24)

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau ridak melalui Aku. Melalui percaya kepada perkataan Yesusu, menerima Yesus datang dari Allah dan Juru Selamat yang disalib menanggung dosa dunia dan berkuasa mengampuni dosa. Ia bangkit. Ia hidup dan juga Ia adalah jalan dan Ia adalah kebenaran. Melalui Yesus, kita bersekutu dengan Allah. (Yoh17:21)

Categories: Heurmetika, Injil Yohanes, Kitab Injil | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: