Yohanes 9:1-41 Orang Buta Sejak Lahir

Catatan Injil Yohanes 9:1-41 oleh Lembaga Alkitab Indonesia diberi tema “ Orang yang buta sejak lahir”

Ayat 1. Pada waktu Yesus sedang lewat adalah saat yang tidak diketahui kapan waktunya secara tepat. Diperkirakan setelah hari raya Pondok Daun dan sebelum Penahbisan Bait Suci sebab pasal 10 diduga dilakukan pada hari Raya Penahbisan Bait Suci.

Ayat 2. Orang buta sejak lahir sesuatu yang mengundang pertanyaan mengapa dapat demikian. Rabi rabi Israel saat ini mengajar bahwa dosa orang tua dapat menyebabkan penderitaan anaknya, ibu yang sedang hamil menyembah berhala akan mati muda. Para  murid bertanya kepada Yesus tentang masalah dilahirkan buta.

Ayat 3. Yesus memandang peristiwa buta sejak lahir adalah momentum untuk pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan.

Ayat 4. Selama ada kesempatan melakukan pekerjaan Bapa, Yesus lakukan segera

Ayat 5. Mengulangi pasal 8:1,2

Ayat 6-7. Yesus melakukan sesuatu yang sulit dipahami tetapi dapat disaksikan, dialami, dan dipercaya. Mengapa harus ke Siloam? Apakah karena nama Siloam adalah yang diutus sama dengan Yesus yang telah diutus Allah Bapa (ayat 4) ? Apakah karena air Siloam dipakai dalam ritual Pondok Daun? Air Siloam yang dibuat raja Hezkia (2 Raj 20:20) masih mengalir dalam terowongan itu sampai saat ini.

Ayat 8-9. Mukjizat orang buta sejak lahir sangat mengejutkan. Pembicaraan kesembuhan orang buta menjadi bahan percakapan yang tiada habisnya karena Injil Yohanes mengunakan dengan bentuk Imperfect Tense ~ terus menerus.

Ayat 10. Orang buta sejak lahir dapat melihat adalah peristiwa yang belum pernah terjadi. Nabi nabi di Perjanjian Lama belum ada yang mencelikkan orang buta sejak lahir. Dalam Yesaya 29:18; 35:5; 42:7 penyembuhan orang buta adalah tanda zamam Mesias. Banyak yang bertanya dengan tulus hati, bagaimana ia dapat mengalami mukjizat itu.

Ayat 11. Ia menyaksikan dengan jujur dan benar. Orang yang disebut Yesus, Dialah yang menyembuhkan dan disertai laporan peristiwa kejadian.

Ayat 12. Penyembuhan orang buta dengan penyembuhan di kolam Betesda adalah inisiatif Yesus. Kesembuhan terjadi semata-mata belas kasih dari Yesus. Pada saat pergi ke kolam Siloam, pada saat itu pula berpisah dengan Yesus. Jawaban aku tidak tahu dimana Yesus berada adalah jawaban yang jujur.

Ayat 13. Mengapa yang disembuhkan di bawa kepada orang Farisi? Apakah yang menyembuhkan adalah Yesus yang dianggap orang Samaria dan kerasukan setan? Apakah karena orang Farisi berwibawa? Mengapa yang mengalami kesembuhan di bawa untuk memberi kesaksian? Apakah peristiwa ini telah jadi buah bibir masyarakat?

Ayat 14. Penyelidikan orang Farisi bukan hanya fakta mukjizat dan siapa yang menyembuhkan tetapi juga hal hari Sabat. Tindakan Yesus melanggar beberapa tafsiran hukum, seperti:

-          Menyembuhkan di hari Sabat kecuali menyelamatkan orang dari maut.

-          Yesus mengaduk-aduk  lumpur di hari Sabat.

-          Yesus mengolesi sesuatu di mata.

Ayat 15. Orang yang melihat memberi jawaban serupa dengan di ayat 11.

Ayat 16. Timbulnya perselisihan tentang Yesus yang disebabkan perbedaan pola pikir yang satu menekankan tafsiran hari Sabat yang dianggap suatu kebenaran mutlak sedang yang lain menerima pengajaran Yesus dan tanda tanda yang menyertai.

Ayat 17. Orang yang alami kesembuhan mengakui Yesus sebagai nabi berarti alami perkembangan iman dan pertumbuhan mengenal Yesus sedangkan orang orang Farisi semakin tenggelam menegakan tafsiran hukum hari Sabat.

Ayat 18-19. Mukjizat menceliknya orang buta yang dinubuatkan terjadi di zaman Mesias membuat panik orang-orang Yahudi yang menentang Yesus. Isu yang beredar di masyarakat mengharuskan untuk meneliti sangat teliti. Orang tua yang dicelikkan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Ayat 20. Orang tua menjelaskan benar bahwa anaknya buta sejak lahir.

Ayat 21. Orang tua mendengar kesaksian dari anaknya tetapi tidak mau terlibat berurusan dengan pemimpin-pemimpin agama Yahudi

Ayat 22-23. Pengucilan sudah dilakukan zaman dahulu misal kitan Ezra 10:8. Mengapa melakukan pengucilan terhadap orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias? Apakah karena Yesus tidak bergabung dengan ajaran ahli-ahli Taurat? Apakah karena Ia melakukan kritik terhadap ahli-ahli Taurat? Apakah karena menentang tafsiran yang diajarkan tentang hari Sabat?

Ayat 24. Pemuka pemuka orang Yahudi melakukan dokrinisasi bahwa Yesus adalah orang berdosa.

Ayat 25. Tekanan yang dilakukan terhadap orang yang dicelikkan telah menguatkan pahamnya akan Yesus adalah yang menyembuhkan.

Ayat 26. Pertanyaan bagaimana Yesus memelekkan mata diulang kembali

Ayat 27.Orang buta yang melihat, tidak berpendidikan diduga memengerti bahwa mereka yang bertanya tidak mendengarkan kesaksian yang diucapkan dengan benar.

Ayat 28. Tanda keilahian Yesus dibentangkan tetapi orang orang yang hendak membunuh Yesus tidak memperhatikan tanda-tanda yang dibuat Yesus. Yesus daat menyatakan kemuliaan-Nya, Ia diejek.

Ayat 29.  Tuhan Yesus menolak dan melanggar hukum Taurat yang hanya secara lisan. Pertentangan tafsiran dan peraturan Taurat tambahan hal hari Sabat sangat tajam ditambah dengan berita simpang siur kelahiran Yesus.

Ayat 30. Bagi orang yang dicelikkan, ketidakpercayaan mereka lebih ajaib dari kesembuhan yang dialaminya.

Ayat 31. Diduga mengutip Ayub 27:8-9; 35:9-13; Mzm 66:18; 109:6-7; Ams 15:29; Yes 1:15.

Ayat 32. Mukjizat menceliknya orang buta sejak lahir belum pernah terjadi. Elisa mencelikkan bukan yang buta sejak lahir (2 Raj 6:8-23)

Ayat 33. Yesus datang dari Allah sebab belum pernah terjadi yang Yesus lakukan sekalipun dia seorang nabi di Perjanjian Lama.

Ayat 34. Pemuka pemuka orang Yahudi tidak siap dengan jawaban dari orang yang melihat karena alami mukjizat. Mereka mengeraskan hati bahwa Yesus bukan dari Allah sekalipun melihat tanda sesuai dengan nubuatan Yesaya 29:18; 35:5 & $2:7. Jawaban dari mereka menegaskan bahwa mereka mengakui bahwa ia memang dahulu dilahirkan buta tetapi sekarang telah melihat.

Ayat 35. Tuhan Yesus mau meneguhkan iman orang itu.

Ayat 36. Dia belum pernah melihat Yesus tetapi telah mendengar suara Itu.

Ayat 37. Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Yesus yang elah menyembuhkan.

Ayat 38. Yesus diakui sebagai Tuhan yang diikuti tindakan menyembah-Nya.

Ayat 39.Kata menghakimi munkin dapat diartikan membedakan. Dia Datang ke dalam dunia untuk membedakan orang orang seperti dia yang disembuhkan dari orang-orang seperti mereka yang keras hati yang menolak kebenaran yang nyata di depan mata mereka.

Ayat 40. Orang-orang Farisi terkejut dianggap buta sekalipun mata mereka melihat. Apakah buta karena tidak memahami apa yang terjadi dan yang dilihat oleh mata mereka?

Ayat 41. Yesus memakai istilah buta dengan arti sesat, dan mau ditolong. Mereka tidak mengakui keperluan mereka, sehingga tidak ada pengampunan pada dosa mereka.

Categories: Injil Yohanes | Tags: , | 2 Komentar

Post navigation

2 thoughts on “Yohanes 9:1-41 Orang Buta Sejak Lahir

  1. laskarpapua

    Bolehka sy dpt penjelasan lebih detil mengapa harus meludah lalu mengaduk2 luda tersebut lalu mengolesnya ke mata.

    • weruah

      Tuhan menyembuhkan dalam kedaulat-Nya dengan cara dan waktu yang tidak mengikat sebab DIA melakukan dapat dengan berbagai cara. Manusia diciptakan dari tanah, Yesus Kristus memberikan mata yang baru bagi orang buta dari tanah, tubuh serta mata yang baru diberikan Yesus itu akan kembali ke tanah, tetapi iman percaya kepada Yesus akan menyelamatkan roh yang berasal dari TUHAN dalam kekalan di sorga kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: